Penyelenggaraan Imlek Festival 2577 di Lapangan Banteng tidak sekadar menjadi perayaan budaya, tetapi juga dimaknai sebagai langkah strategis diplomasi budaya dan promosi talenta ekonomi kreatif Indonesia. Mengusung tajuk “Harmoni Imlek Nusantara”, festival ini menegaskan posisi Indonesia di panggung global sebagai tuan rumah yang percaya diri dengan kekuatan budayanya sendiri. Momentum ini dimanfaatkan untuk menunjukkan bahwa keberagaman budaya dapat menjadi instrumen diplomasi yang efektif.
Ketua Umum Imlek Festival sekaligus Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar, menyampaikan bahwa Indonesia ingin menegaskan eksistensinya di tingkat dunia melalui talenta dan karya anak bangsa. Salah satu wujud konkret diplomasi tersebut adalah kolaborasi Indonesia Wave x K-Pop yang mempertemukan talenta Indonesia dengan musisi Korea Selatan. Kolaborasi ini menjadi simbol bahwa Indonesia bukan hanya pasar, melainkan juga produsen karya kreatif yang diakui secara internasional.
Chief Representative KOCCA Indonesia, Lee Gi Haun, turut berharap kolaborasi industri musik dan konten antara Indonesia dan Korea Selatan semakin erat dan berkelanjutan. Digelar bertepatan dengan bulan Ramadan, festival ini juga menjadi ruang refleksi lintas budaya dan lintas iman. Beragam agenda disiapkan, mulai dari Festival Lentera, Pasar Kuliner, Seni & Kreatif, Museum Terbuka Akulturasi Budaya Tionghoa, layanan cek kesehatan gratis, hingga instalasi film dan pertunjukan seni.
Puncak perayaan pada 28 Februari 2026 akan menghadirkan atraksi barongsai dan liong massal, pertunjukan musik serta tari tradisional, hingga penampilan seniman nasional sebagai simbol harmoni dan persatuan bangsa. Festival yang berlangsung hingga 3 Maret 2026 ini terbuka untuk umum tanpa biaya masuk setiap pukul 15.00–22.00 WIB. Melalui Harmoni Imlek Nusantara, Indonesia menegaskan bahwa kekuatan budaya dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan sebagai pesan diplomasi kepada dunia.
Alexander Jason – Redaksi

