Sedikitnya 73 orang dilaporkan tewas dalam gelombang kekerasan yang melanda Meksiko setelah kematian gembong narkoba Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias “El Mencho”.
Menteri Keamanan Meksiko, Omar García Harfuch, mengatakan dari total korban tewas, sebanyak 25 di antaranya merupakan personel Garda Nasional. Mereka tewas dalam enam serangan terpisah yang terjadi di negara bagian Jalisco, wilayah yang dikenal sebagai basis utama kartel tersebut.
Selain itu, sebanyak 30 terduga anggota organisasi kriminal juga dilaporkan tewas dalam bentrokan di Jalisco, sementara empat korban lainnya ditemukan di negara bagian tetangga, Michoacan.
Kerusuhan pecah setelah El Mencho tewas dalam operasi militer di Kota Tapalpa pada Minggu (22/2). Ia merupakan pemimpin Cartel de Jalisco Nueva Generación (CJNG), salah satu kartel narkoba paling kuat dan berpengaruh di dunia.
CJNG dilaporkan memiliki sekitar 5.000 anggota yang beroperasi di berbagai wilayah global. Kelompok ini dituduh terlibat dalam berbagai kejahatan berat, termasuk penculikan, penyiksaan, pembunuhan, serta perdagangan fentanil, salah satu narkotika paling mematikan.
Menurut laporan CBS News, berbagai fasilitas publik menjadi sasaran serangan setelah kematian El Mencho. Jalan raya, bus, pusat perbelanjaan, dan stasiun pengisian bahan bakar dilaporkan dirusak atau dibakar oleh kelompok bersenjata.
Situasi keamanan yang memburuk memaksa penutupan sekolah, objek wisata, dan sejumlah fasilitas umum lainnya. Kepanikan juga terjadi di beberapa bandara, di mana para pelancong berlarian mencari perlindungan dan meninggalkan barang bawaan mereka.
Selain itu, ratusan hingga ribuan pengunjung kebun binatang dilaporkan terjebak di dalam area fasilitas tersebut dan terpaksa bermalam di kendaraan mereka karena situasi yang tidak aman.
Untuk meredakan situasi, pemerintah Meksiko telah mengerahkan ribuan personel militer tambahan ke Jalisco dan wilayah sekitarnya, guna memulihkan ketertiban dan mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut.
Akbari Danico – Redaksi

