World

Iran Gelar Latihan Militer Besar di Pesisir Selatan, Ketegangan dengan AS Meningkat

Pasukan Darat Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menggelar latihan militer berskala besar di sepanjang pesisir selatan negara itu, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Latihan tersebut melibatkan berbagai sistem persenjataan, termasuk drone mikro dan amunisi jelajah, di saat perundingan nuklir antara kedua negara masih berlangsung.

Kantor berita Fars melaporkan bahwa dalam latihan tersebut, amunisi Rezvan digunakan untuk mengidentifikasi sasaran sebelum mengarahkan drone bunuh diri Shahed 136 guna menghantam target yang telah ditentukan. Penggunaan teknologi ini menunjukkan integrasi antara sistem pengintaian dan serangan presisi dalam operasi militer Iran.

Selain itu, Pasukan Darat IRGC juga melakukan simulasi operasi pertahanan untuk mencegah musuh mendekati garis pantai. Latihan ini mencakup tembakan artileri peluru, serta serangan darat ke laut sebagai bagian dari skenario menghadapi ancaman eksternal.

Dilansir Anadolu Agency, sejumlah unit militer ambil bagian dalam Latihan Gabungan 1404 yang bertujuan meningkatkan kesiapan tempur pasukan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman. Latihan tersebut mencerminkan upaya Iran untuk memperkuat kemampuan pertahanan di tengah situasi regional yang semakin tegang.

Komandan Pasukan IRGC, Brigadir Jenderal Mohammad Karami, menyatakan bahwa seluruh unit menjalankan skenario yang telah dirancang di berbagai sektor, termasuk rudal, artileri, drone, pasukan khusus, lapis baja, dan unit mekanis. Ia menegaskan bahwa latihan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan operasional pasukan.

Sementara itu, Komandan Senior IRGC Mohammad Hadi Sefidchian menambahkan bahwa strategi pertahanan pasif juga diterapkan, termasuk dalam aspek perang elektronik, guna meningkatkan ketahanan sistem militer terhadap potensi gangguan musuh.

Latihan ini berlangsung sepekan setelah Angkatan Laut IRGC menggelar manuver besar di Selat Hormuz, serta beberapa hari setelah unit rudal Pasukan Darat IRGC menguji sistem rudal baru dengan berbagai jangkauan. Rangkaian latihan ini menunjukkan peningkatan aktivitas militer Iran di tengah dinamika keamanan kawasan.

Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat seiring pengerahan kapal induk dan pesawat pembom Amerika Serikat ke kawasan Teluk Persia. Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan bahwa Washington akan mempertimbangkan opsi militer apabila perundingan nuklir dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.

Putaran ketiga perundingan nuklir antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Kamis, dengan Iran diperkirakan akan mempresentasikan rancangan program nuklirnya. Meski jalur diplomasi masih terbuka, kedua negara tetap menunjukkan kesiapan militer, menandakan situasi kawasan yang masih diliputi ketidakpastian.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...