Sedikitnya 12 jet tempur F-22 milik Amerika Serikat mendarat di salah satu pangkalan udara Israel pada Selasa (24/2), di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Kehadiran pesawat tempur generasi kelima tersebut menjadi bagian dari penempatan militer tambahan AS di kawasan Timur Tengah.
Jet tempur F-22 dikenal sebagai salah satu pesawat tempur paling canggih di dunia dan saat ini hanya dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat. Pesawat ini dirancang untuk menembus wilayah pertahanan musuh, sekaligus melumpuhkan sistem pertahanan udara dan instalasi radar dengan tingkat deteksi yang sangat rendah.
Penyiar publik Israel, KAN, melaporkan bahwa pengerahan ini merupakan bagian dari langkah strategis militer AS di kawasan.
“Dua belas jet tempur F-22 mendarat sore ini di salah satu pangkalan Angkatan Udara Israel di wilayah selatan negara itu, sebagai bagian dari penempatan militer AS di Timur Tengah,” demikian laporan KAN, dikutip Anadolu Agency.
Pengerahan jet tempur tersebut terjadi di tengah peningkatan kehadiran militer AS di kawasan Teluk Persia, termasuk pengiriman kapal induk dan pesawat pembom strategis. Langkah ini dipandang sebagai sinyal kesiapan militer Washington di tengah memburuknya hubungan dengan Iran.
Kapal induk terbesar milik AS, USS Gerald R. Ford, juga dilaporkan tiba di kawasan Timur Tengah pada hari yang sama setelah sebelumnya merapat di Pangkalan Angkatan Laut AS Souda Bay, Yunani, untuk mengisi logistik. Kapal tersebut sebelumnya terpantau melewati Selat Gibraltar menuju Laut Mediterania, didampingi kapal perusak USS Mahan dalam satuan tempurnya.
Kehadiran USS Gerald R. Ford semakin memperkuat armada militer AS di kawasan, terutama setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa Washington telah mengirim tambahan kapal induk untuk memperkuat USS Abraham Lincoln yang lebih dahulu tiba pada Januari.
Trump juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan mempertimbangkan opsi militer apabila perundingan nuklir dengan Iran gagal mencapai kesepakatan. Langkah pengerahan jet tempur dan kapal induk ini menegaskan meningkatnya kesiapsiagaan militer AS di tengah kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Akbari Danico – Redaksi

