National

Berburu Takjil di Imlek Festival 2577, Tiga Pekerja Rasakan Hangatnya Toleransi

Suasana hangat dan penuh toleransi mewarnai Imlek Festival 2577 yang digelar di Lapangan Banteng sejak 22 Februari hingga 3 Maret 2026. Perayaan budaya Tionghoa ini menghadirkan nuansa berbeda karena berlangsung beriringan dengan bulan Ramadan.

Saras, Reni, dan Rita, tiga pekerja kantoran, menyempatkan diri datang usai jam kerja untuk berburu takjil sekaligus menikmati momen berbuka puasa bersama. Bagi mereka, festival ini bukan sekadar perayaan tradisi, melainkan ruang kebersamaan lintas budaya.

Beragam hidangan dari pelaku UMKM menjadi daya tarik tersendiri. Mi ayam, lontong, bakso malang, hingga es teh tersaji di deretan gerai yang memadati area festival. Rita mengaku mi ayam menjadi menu favoritnya, sementara Reni dan Saras menikmati kesegaran es teh di tengah suasana meriah.

Ketiganya menilai kehadiran Imlek Festival di tengah Ramadan bukanlah pertentangan, melainkan cerminan harmoni dan toleransi di Indonesia. Mereka berharap acara serupa dapat terus dikembangkan dengan skala lebih besar dan melibatkan lebih banyak pelaku usaha lokal.

Sebagai informasi, Imlek Festival merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Festival ini menjadi contoh sinergi dalam mengangkat budaya sebagai kekuatan bangsa.

Tak hanya menampilkan budaya Tionghoa, Imlek Festival juga membuka ruang pertemuan budaya Indonesia dengan negara lain. Misalnya kolaborasi dengan Korea Selatan serta rencana partisipasi dari perwakilan Tiongkok dalam agenda Imlek nasional ini.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...