Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyatakan perang terbuka terhadap pemerintah Taliban Afghanistan pada Jumat (27/2), menyusul serangan udara Pakistan ke sejumlah wilayah Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Asif melalui media sosial setelah meningkatnya eskalasi militer antara kedua negara dalam beberapa hari terakhir.
“Kesabaran kami sudah habis. Sekarang adalah perang terbuka antara kami dan kalian,” tulis Asif.
Pemerintah Taliban melaporkan bahwa jet tempur Pakistan menargetkan beberapa wilayah strategis, termasuk Kabul, Paktia, dan Kandahar. Serangan ini menjadi salah satu eskalasi paling serius dalam hubungan kedua negara dalam beberapa bulan terakhir.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan bahwa militer negaranya siap menghadapi segala bentuk ancaman dan menghancurkan setiap agresi yang mengancam keamanan Pakistan. Serangan Pakistan dilancarkan setelah pasukan Afghanistan lebih dulu menggempur instalasi militer Pakistan di sepanjang Garis Durand, wilayah perbatasan sepanjang 2.611 kilometer yang selama ini menjadi titik konflik antara kedua negara.
Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan serangan Afghanistan merupakan respons terhadap apa yang disebutnya sebagai provokasi berulang oleh militer Pakistan.
“Sebagai tanggapan atas provokasi dan pelanggaran berulang oleh militer Pakistan, operasi ofensif skala besar telah diluncurkan terhadap posisi dan instalasi militer Pakistan di sepanjang Garis Durand,” ujarnya.
Konflik ini dipicu oleh serangkaian serangan lintas batas yang melibatkan kelompok militan Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), yang dituduh Islamabad sebagai dalang sejumlah serangan mematikan terhadap pasukan keamanan Pakistan.
Pakistan mengklaim serangan udara terbarunya menewaskan sedikitnya 133 militan dan melukai lebih dari 200 orang. Sementara itu, serangan balasan Afghanistan dilaporkan menewaskan 55 tentara Pakistan. Sebelumnya, kedua negara telah menyepakati gencatan senjata sejak Oktober lalu. Namun, kesepakatan tersebut dinilai rapuh karena bentrokan bersenjata masih kerap terjadi di wilayah perbatasan.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mendesak kedua pihak untuk menahan diri dan menyelesaikan konflik melalui jalur diplomasi.
Seruan serupa juga disampaikan oleh Iran dan Rusia, yang meminta Pakistan dan Afghanistan segera menghentikan eskalasi militer dan kembali ke meja perundingan.
Akbari Danico – Redaksi

