Presiden Vladimir Putin mengecam keras pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan anggota keluarganya dalam serangan militer gabungan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat. Putin menyebut tindakan tersebut sebagai pembunuhan “sinis” yang melanggar norma moral dan hukum internasional.
Dalam pesan resmi yang dikirimkan kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, Putin menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Khamenei. Pesan tersebut dirilis oleh Kremlin pada Minggu (1/3).
“Terimalah belasungkawa mendalam saya sehubungan dengan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Seyed Ali Khamenei, dan anggota keluarganya, yang dilakukan dengan pelanggaran sinis terhadap semua norma moralitas manusia dan hukum internasional,” tulis Putin dalam pernyataan tersebut, dikutip Reuters.
Media pemerintah Iran sebelumnya mengumumkan bahwa Khamenei wafat pada Sabtu (28/2) dalam usia 86 tahun akibat serangan udara yang menargetkan Teheran. Kematian Khamenei menandai berakhirnya lebih dari tiga dekade kepemimpinannya sebagai tokoh tertinggi dalam sistem politik Iran.
Putin juga mengenang Khamenei sebagai sosok negarawan penting yang berperan besar dalam memperkuat hubungan bilateral antara Rusia dan Iran.
“Di negara kami, Ayatollah Khamenei akan dikenang sebagai negarawan terkemuka yang memberikan kontribusi pribadi yang besar bagi pengembangan hubungan persahabatan Rusia–Iran dan membawanya ke tingkat kemitraan strategis yang komprehensif,” ujar Putin.
Ia juga meminta Presiden Pezeshkian untuk menyampaikan simpati dan dukungan kepada keluarga Khamenei, pemerintah, serta seluruh rakyat Iran atas kehilangan tersebut.
Rusia dan Iran diketahui memiliki hubungan strategis yang erat, baik dalam bidang militer maupun geopolitik. Kedua negara telah bekerja sama dalam berbagai konflik regional, termasuk di Suriah, serta menjalin kerja sama pertahanan yang mencakup pertukaran teknologi dan persenjataan.
Kematian Khamenei diperkirakan akan berdampak besar terhadap dinamika politik kawasan dan hubungan internasional, termasuk keseimbangan kekuatan di Timur Tengah dan aliansi strategis yang telah terbangun selama bertahun-tahun.
Akbari Danico – Redaksi

