Ustaz Khalid Basalamah mengingatkan agar masyarakat jangan gampang menghujat kebijakan Pemerintah. Menurutnya, harus adil dalam mengkritik suatu kebijakan.
“Saya termasuk pribadi yang kurang setuju ya kalau ada pendapat yang selalu melihat sisi negatifnya negara. Saya pribadi, saya lebih melihat kita harus adil mempertemukan antara mana sisi negatif, mana sisi positif. Karena tidak ada manusia yang sempurna, pasti ada sisi negatifnya. Tapi, kita jangan lupa sisi positifnya,” kata Khalid dalam sebuah sinian atau podcast di Youtube, dikutip Senin 9 Maret 2026.
Khalid mengutip kata-kata sahabat sekaligus sepupu Rasulullah, Ali bin Abi Thalib. Ali terkenal dengan keluasan ilmu pengetahuannya, sehingga dijuluki sebagai Pintu Ilmu atau Bab al-Ilmi.
Saat menjadi raja, Ali mengatakan pemimpin itu harus dihormati karena dia bertanggung jawab kepada banyak masyarakat. Masyarakat Indonesia harus bersyukur karena demokrasi di Indonesia terjaga dengan baik. Umat Islam bebas membangun masjid. Suara azan juga bebas diperdengarkan.
“Kalau kita kerucutkan kepada hal-hal yang, kayaknya negara kita sudah rumit seakan-akan sudah tidak ada kebaikan, ini juga keliru. Masih banyak sistem yang bagus,” kata Khalid.
Ia menambahkan, pemerintah juga memberikan ruang bagi lembaga sosial untuk berkontribusi membantu masyarakat, misalnya melalui lembaga pengelola zakat. Selain itu, masyarakat juga diberi kesempatan menjalankan usaha, termasuk membuka layanan perjalanan haji dan umrah.
“Para tokoh agama juga dimuliakan. Mereka bebas menyampaikan aspirasi, dan negara kita juga tetap diperhitungkan oleh negara lain,” ujar Khalid.
Menurutnya, jika diibaratkan dalam persentase, kondisi negara saat ini mungkin memiliki sekitar 90 persen hal baik, sementara sisanya menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki. Namun ia menyayangkan masih ada sebagian masyarakat yang justru mudah mendoakan keburukan bagi negara dan pemimpinnya, bahkan cepat menuntut agar pemimpin dilengserkan ketika terjadi kesalahan.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

