Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus hadir membantu masyarakat hingga ke pelosok desa, termasuk wilayah terpencil yang selama ini mengalami keterbatasan infrastruktur. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan pembangunan 218 jembatan di sejumlah daerah yang diselesaikan dalam waktu sekitar 2,5 bulan oleh satuan tugas yang dipimpin TNI.
Peresmian dilakukan secara virtual dengan mengundang seluruh anggota TNI yang terlibat membangun jembatan, Senin (9/3).
“Saya telah menugaskan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, seorang jenderal bintang 4, memimpin pembangunan jembatan-jembatan. Tidak hanya jembatan besar, tetapi juga yang kecil-kecil,” ujar Prabowo, dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden.
Prabowo mengingatkan posisi Indonesia berada di wilayah yang rawan bencana. Indonesia memiliki banyak gunung api aktif. Meski demikian, kondisi tersebut juga membawa berkah karena membuat tanah Indonesia subur dan kaya sumber daya.
Prabowo mengapresiasi pembangunan ratusan jembatan yang bisa dilakukan dalam waktu singkat. Hal ini dinilai sebagai prestasi luar biasa yang menunjukkan dedikasi aparat TNI dan seluruh pihak yang terlibat di lapangan. Ia menegaskan bahwa pemerintah bersama Kabinet Merah Putih tidak hanya fokus pada proyek besar di perkotaan, tetapi juga infrastruktur kecil yang berdampak langsung bagi masyarakat hingga ke pelosok.
Menurut Prabowo, pembangunan jembatan di daerah terpencil memiliki makna yang sangat besar bagi keselamatan dan kehidupan masyarakat sehari-hari, terutama bagi anak-anak sekolah yang sedang mendapatkan haknya untuk mengenyam pendidikan.
Prabowo mengatakan, pembangunan jembatan gantung ini sebagai bukti bahwa rakyat yang paling diutamakan. Ia mencontohkan pentingnya jembatan sebagai infrastruktur yang mempermudah masyarakat dalam beraktivitas. Salah satu yang dipermudah adalah para siswa yang tidak lagi kesulitan menuju sekolah.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

