World

Cadangan Gas Inggris Dilaporkan Kurang dari Dua Hari di Tengah Krisis Energi Global

Inggris dilaporkan hanya memiliki cadangan gas fosil yang cukup untuk kurang dari dua hari di tengah gangguan pasokan energi global akibat meningkatnya konflik yang melibatkan Iran.

Data dari operator jaringan gas nasional Inggris, National Gas, menunjukkan cadangan gas yang tersimpan mencapai 6.999 gigawatt hour (GWh) pada Sabtu (7/3/2026). Angka tersebut turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 9.105 GWh.

Dengan kapasitas penyimpanan maksimum yang setara sekitar 12 hari konsumsi gas nasional, level saat ini berarti cadangan yang tersedia diperkirakan cukup untuk kurang dari dua hari. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa Inggris dapat menghadapi risiko kekurangan pasokan apabila ketegangan di Timur Tengah terus meningkat.

Meski demikian, pihak National Gas menegaskan bahwa pasokan energi Inggris tidak hanya bergantung pada penyimpanan domestik.

Juru bicara National Gas mengatakan tingkat penyimpanan saat ini masih berada dalam pola musiman yang normal.

“Tingkat penyimpanan gas Inggris secara umum sesuai dengan yang kami harapkan pada titik ini di tahun ini dan sebanding dengan periode yang sama tahun lalu,” kata juru bicara National Gas seperti dikutip The Guardian.

“Penting untuk diingat bahwa penyimpanan hanya merupakan bagian kecil dari campuran pasokan gas Inggris yang beragam.” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pasokan gas Inggris berasal dari produksi domestik di landas kontinen Inggris dan Norwegia, serta impor gas alam cair (LNG) dan interkoneksi jaringan gas dengan negara-negara Eropa daratan.

“Inggris mendapat manfaat dari berbagai sumber pasokan yang digunakan pasar setiap hari. Bersama-sama, ini memberikan fleksibilitas untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan secara andal sepanjang tahun,” lanjutnya.

Pemerintah Inggris juga menepis kekhawatiran bahwa negara tersebut hanya memiliki cadangan gas untuk dua hari. Juru bicara UK Department for Energy Security and Net Zero menyatakan klaim tersebut tidak mencerminkan kondisi pasokan energi yang sebenarnya.

“Sama sekali tidak benar bahwa Inggris hanya memiliki akses ke pasokan gas selama dua hari. Kami memiliki campuran energi yang beragam dan yakin akan keamanan pasokan kami,” ujarnya.

Ketegangan geopolitik menjadi salah satu faktor yang memicu kekhawatiran di pasar energi global. Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran lebih dari sepekan lalu memicu lonjakan harga gas dunia.

Situasi semakin memburuk setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pengiriman gas laut global.

Gangguan juga terjadi pada pasokan LNG dunia setelah Qatar menghentikan produksi di fasilitas LNG terbesar di dunia akibat serangan drone pekan lalu. Data pelacakan kapal menunjukkan setidaknya dua kapal tanker LNG yang semula menuju Eropa mengalihkan rutenya ke Asia sejak Jumat. Pada pekan sebelumnya, tiga kapal tanker lainnya juga melakukan pengalihan rute serupa.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...