National

Prabowo Panggil Menteri di Tengah Tekanan Rupiah dan Lonjakan Harga Minyak

Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara di tengah tekanan terhadap perekonomian Indonesia akibat konflik yang memanas di Timur Tengah.

Beberapa waktu lalu, nilai tukar rupiah sempat melemah hingga hampir menyentuh level Rp17.000 per dolar AS. Di saat yang sama, harga minyak global juga melonjak dan sempat menembus lebih dari US$100 per barel.

Berdasarkan pantauan di lokasi, rapat tersebut dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.

Meski enggan mengungkap secara rinci isi pembahasan rapat, Bahlil menyebut pertemuan tersebut kemungkinan berkaitan dengan persiapan ketersediaan pangan dan bahan bakar minyak (BBM) menjelang Hari Raya Idul Fitri, serta perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah.

“Ya hari ini kita diundang rapat oleh Bapak Presiden. Pembahasannya seperti apa nanti setelah rapat baru saya kasih informasi. Tapi feeling saya masih terkait dengan persiapan Hari Raya Idul Fitri, ketersediaan pangan, kemudian BBM, dan juga bagaimana menyikapi perkembangan terkini terkait ketegangan di Timur Tengah,” kata Bahlil.

Ia menambahkan bahwa harga minyak dunia sebelumnya sempat melonjak hingga di atas US$100 per barel, namun kemudian kembali turun.

“Kemarin harga minyak sempat di atas US$100 per barel. Hari ini sudah turun di bawah US$100, sekitar US$80 sampai US$90. Jadi fluktuasinya sangat cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Perry Warjiyo tidak memberikan komentar mengenai isi pembahasan rapat maupun langkah yang dilakukan Bank Indonesia untuk menahan pelemahan rupiah yang sempat mendekati Rp17.000 per dolar AS.

“Terima kasih, terima kasih,” kata Perry singkat.

Hal serupa juga disampaikan Purbaya yang enggan memaparkan detail rapat bersama presiden. Namun ia mengaku akan meminta arahan terkait stabilitas fiskal.

“Kita jaga-jaga saja. Saya juga akan tanya soal stabilitas fiskal,” ujar Purbaya.

Ia menambahkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.

“Kerja sama yang baik antara pemerintah dan BI diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” kata Purbaya.

Terkait pasokan energi, Purbaya memastikan cadangan BBM Indonesia masih aman hingga periode Lebaran. Hal ini karena asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dipatok pada level US$70 per barel.

“Kita masih aman, masih kuat. Kenaikan harga ini kan baru beberapa hari saja. Sementara asumsi subsidi kita dihitung untuk setahun penuh dengan rata-rata US$70 per barel,” jelasnya.

Selain itu, rapat tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aris Marsudiyanto, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...