World

Iran Luncurkan Serangan Besar-besaran ke Target AS dan Israel di Timur Tengah

Iran melancarkan gelombang serangan baru yang menargetkan kepentingan Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dalam beberapa jam terakhir. Media pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai yang “paling intens dan paling berat” sejak awal konflik, menurut laporan kantor berita AFP.

Menurut pernyataan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Iran menembakkan sejumlah rudal ke pangkalan militer AS di berbagai negara kawasan Teluk. Target yang disebutkan antara lain pangkalan Al Udeid Air Base di Qatar, Camp Arifjan di Kuwait, serta pangkalan Harir Air Base di Irak.

Pernyataan yang dibagikan oleh kantor berita pemerintah Iranian Students News Agency (ISNA) menyebut serangan tersebut merupakan “peluncuran besar-besaran” yang juga menyasar armada United States Fifth Fleet di kawasan tersebut. Iran bahkan mengklaim sejumlah infrastruktur operasional militer AS telah dihancurkan, meski hingga kini pejabat Washington belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim itu.

Di sisi lain, militer Israel menyatakan pihaknya mendeteksi peluncuran rudal dari wilayah Iran. Namun, otoritas Israel menilai situasi saat ini relatif aman dan warga diizinkan keluar dari tempat perlindungan.

Sementara itu, Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat sejumlah serangan udara yang menargetkan wilayahnya. Otoritas keamanan Saudi menyatakan dua drone yang mengarah ke fasilitas ladang minyak berhasil dihancurkan sebelum mencapai target.

Sirene peringatan juga sempat terdengar di Bahrain, negara yang menjadi lokasi markas utama United States Fifth Fleet di kawasan Teluk.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyebut sistem pertahanan udara mereka berhasil menghancurkan enam rudal balistik yang diarahkan ke Prince Sultan Air Base, sebuah fasilitas militer utama di wilayah timur negara tersebut.

Selain itu, sejumlah drone juga dilaporkan berhasil ditembak jatuh pada hari yang sama, termasuk dua unit di kota Hafar Al-Batin di timur laut Arab Saudi. Meski demikian, otoritas setempat tidak merinci pihak yang bertanggung jawab atas peluncuran rudal maupun drone tersebut.

Di tengah meningkatnya ketegangan, militer AS mengklaim telah menghancurkan 16 kapal penebar ranjau milik Iran di sekitar Selat Hormuz pada Rabu (11/3). Pernyataan tersebut disampaikan oleh United States Central Command (CENTCOM), yang juga merilis video yang disebut memperlihatkan momen serangan terhadap kapal-kapal tersebut.

Klaim tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan pasukan Amerika telah menyerang 10 kapal Iran yang tidak aktif di kawasan Selat Hormuz, sebagai bagian dari upaya Washington untuk mengatasi ancaman keamanan di jalur pelayaran strategis tersebut.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...