United States Central Command (CENTCOM) menyatakan bahwa militer Amerika Serikat telah menghancurkan 16 kapal penebar ranjau milik Iran pada Rabu (11/3) di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.
Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menyebut operasi tersebut dilakukan untuk meniadakan ancaman terhadap keamanan pelayaran internasional di kawasan tersebut. Kapal-kapal yang dihancurkan itu disebut berpotensi digunakan untuk menyebarkan ranjau laut yang dapat membahayakan kapal dagang maupun kapal militer yang melintas di selat tersebut.
CENTCOM juga merilis sebuah video yang diklaim memperlihatkan momen ketika kapal-kapal tersebut diserang oleh pasukan AS. Rekaman tersebut menunjukkan serangan presisi yang menargetkan kapal-kapal Iran di perairan sekitar Selat Hormuz.
Pernyataan militer AS ini muncul setelah komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya mengatakan bahwa pasukan Amerika telah menghantam 10 kapal Iran yang tidak aktif di kawasan Selat Hormuz.
Trump saat itu menegaskan bahwa militer AS akan menangani keberadaan kapal-kapal tersebut “secara cepat dan keras”, sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi global, karena sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati perairan sempit tersebut setiap harinya. Ketegangan militer di kawasan ini pun dikhawatirkan dapat berdampak langsung terhadap stabilitas pasar energi dunia.
Akbari Danico – Redaksi

