Petani di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur kini lebih mudah mendapatkan pupuk bersubsidi dengan harga terjangkau. Melalui Koperasi Desa Merah Putih Gejugjati, petani tidak lagi harus mencari pupuk hingga ke desa tetangga karena produk tersebut telah tersedia langsung di desa mereka.
Ketua koperasi, Muklason, mengatakan petani dapat membeli pupuk sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah. Salah satunya pupuk urea yang dijual sekitar Rp90 ribu per sak berisi 50 kilogram. Di koperasi tersebut tersedia gerai khusus pupuk yang menampilkan alur pembelian serta daftar harga pupuk bersubsidi.
Beberapa jenis pupuk yang tersedia antara lain pupuk NPK Kakao seharga Rp132 ribu per sak, NPK Phonska Rp92 ribu per sak, pupuk ZA Rp68 ribu per sak, serta pupuk organik Petroganik Rp25.600 per sak. Informasi harga dan mekanisme pembelian dipasang secara terbuka agar petani dapat mengetahui secara jelas proses distribusinya. Dengan sistem tersebut, akses pupuk diharapkan menjadi lebih transparan dan mudah dijangkau oleh para petani setempat.
Manajer Penjualan Jawa Timur IV dari PT Pupuk Indonesia, Ontario Rolando, menjelaskan bahwa koperasi tersebut telah ditunjuk sebagai salah satu penyalur resmi pupuk bersubsidi di Kecamatan Lekok. Secara keseluruhan, perusahaan tersebut telah menunjuk empat Koperasi Merah Putih di Kabupaten Pasuruan sebagai distributor resmi pupuk bersubsidi.
Ia mengatakan sistem pemesanan pupuk juga dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi distribusi sehingga proses pengadaan menjadi lebih cepat. Pengiriman pupuk ke koperasi dilakukan oleh mitra distribusi, yaitu PT Aska Berdikari Saputra.
Pihak distributor menyebut keberadaan koperasi desa sangat membantu petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk dengan lebih cepat dan pasti. Sebelumnya, petani hanya dapat memperoleh pupuk melalui kios atau titik serah pupuk bersubsidi yang sering melayani beberapa desa sekaligus. Dengan adanya koperasi desa sebagai penyalur, jarak distribusi menjadi lebih dekat dan proses pemesanan dapat dilakukan secara langsung maupun daring. Para pelaku distribusi berharap sistem ini dapat meningkatkan produktivitas petani sekaligus mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Alexander Jason – Redaksi

