Direktur Registrasi dan Identifikasi Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, Wibowo, menghadiri kegiatan Kick Off program Masjid Ramah Pemudik Idulfitri 1447 H/2026 M yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, ia menjelaskan kesiapan kepolisian menghadapi arus mudik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama periode mudik dan perayaan hari raya.
Wibowo menjelaskan bahwa menjelang Lebaran biasanya terjadi peningkatan aktivitas masyarakat yang berdampak pada tingginya mobilitas kendaraan di jalan raya. Pergerakan tersebut tidak hanya berkaitan dengan mudik dan arus balik, tetapi juga perjalanan wisata serta aktivitas masyarakat lainnya.
Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat sebelumnya berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas hingga 31 persen serta menurunkan angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan hingga 53 persen. Keberhasilan tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, bukan hanya tugas kepolisian semata.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, jumlah masyarakat yang diperkirakan melakukan perjalanan mudik pada 2026 mencapai sekitar 144 juta orang. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.
Kebijakan Work From Anywhere di sejumlah instansi serta cuti bersama yang dimulai pada 18 Maret diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan perjalanan masyarakat. Mayoritas pemudik diperkirakan menggunakan transportasi darat, dengan sekitar 76 persen menggunakan mobil pribadi dan 24 persen menggunakan sepeda motor.
Dalam pengamanan mudik Lebaran, kepolisian akan memfokuskan pengawasan pada lima klaster utama, yaitu jalur tol, jalur arteri terutama lintas Jawa–Sumatra, kawasan penyeberangan, tempat ibadah, serta lokasi wisata dan pusat perbelanjaan.
Wibowo juga mendorong kerja sama dengan Kementerian Agama agar masjid di sepanjang jalur mudik dapat dimanfaatkan sebagai tempat singgah bagi pemudik yang kelelahan. Keberadaan masjid dinilai penting sebagai alternatif tempat beristirahat ketika rest area di jalan tol penuh. Dengan fasilitas tersebut, pemudik diharapkan tidak berhenti di bahu jalan yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Alexander Jason – Redaksi

