Gubernur Pramono Anung menghadiri kegiatan buka puasa bersama (iftar) dengan warga di Masjid Raya Al Husna, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (12/3). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya kebersamaan dan kepedulian sosial antara pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat.
Menurut Pramono, bulan Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat. Ia menilai kegiatan kebersamaan seperti buka puasa bersama dapat menjadi ruang silaturahmi yang mempererat hubungan antarelemen masyarakat.
“Kegiatan buka puasa bersama menghadirkan ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat yang sama untuk menjaga harmoni sosial di Jakarta. Kami juga mengapresiasi pengurus DKM dan jemaah Masjid Raya Al Husna yang telah menjadi tuan rumah kegiatan ini. Momentum Ramadan ini diharapkan semakin memperkuat kebersamaan serta mempererat hubungan antarwarga,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat sektor pendidikan. Ia menyampaikan bahwa program sekolah swasta gratis yang sebelumnya mencakup 40 sekolah pada tahun lalu akan terus diperluas pada 2026 hingga menjangkau 106 sekolah, dan rencananya akan kembali ditambah pada tahun berikutnya.
Selain itu, program Kartu Jakarta Pintar (KJP) saat ini telah menjangkau lebih dari 700 ribu siswa di Jakarta. Sementara itu, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) telah diberikan kepada lebih dari 16 ribu mahasiswa, termasuk untuk jenjang pendidikan hingga S2 dan S3.
“Saya meyakini bahwa untuk memutus rantai ketidakberuntungan keluarga kurang mampu, pendidikan adalah hal yang paling utama. Karena itu, kami memastikan anak-anak Jakarta memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Selain itu, masjid ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat dan kegiatan sosial yang memperkuat kebersamaan masyarakat,” kata Pramono.
Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menggelar kegiatan haul bagi para ulama Betawi yang berjasa bagi Jakarta. Acara tersebut direncanakan berlangsung pada Juni mendatang di kawasan Monumen Nasional di Jakarta.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kehidupan beragama yang harmonis serta menumbuhkan suasana yang sejuk di ibu kota.
“Menjaga Jakarta adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat gotong royong, kepedulian, serta sinergi antara masyarakat dan pemerintah, kita dapat terus menjaga Jakarta sebagai kota yang rukun, damai, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.
Akbari Danico – Redaksi

