Nets Sports

Megawati Hangestri Dipastikan Absen dari Liga Voli Korea Musim Depan

Kapten Timnas Voli Putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, diklaim tidak akan bermain di Liga Voli Korea pada musim 2026/2027 mendatang.

Nama Megawati kembali mencuat dalam bursa transfer Liga Voli Korea. Pasalnya, musim reguler Liga Voli Korea memasuki babak akhir. Mantan klub Megawati di Liga Voli Korea, Red Sparks, mengakhiri musim sebagai juru kunci pada 2025/2026.

Pada musim 2026/2027, operator liga Korea Volleyball Federation (KOVO) mulai menerapkan sistem agen bebas bagi pemain asing Asia. Dengan kebijakan tersebut, pemain dari kuota Asia tidak lagi harus melalui proses seleksi seperti musim-musim sebelumnya.

Megawati menjadi salah satu pemain yang menyita perhatian di Liga Voli Korea pada musim 2023/2024 dan 2024/2025. Dalam dua musim itu, Megawati membawa Red Sparks lolos ke babak playoff. Pada musim reguler terakhirnya, Megawati mencatatkan 802 poin, menjadikannya salah satu pencetak angka terbanyak di liga. Ia menjadi andalan serangan Red Sparks bersama rekannya, Vanja Bukilic, yang mengoleksi 638 poin.

Isu kembalinya Megawati ke Liga Voli Korea sempat mencuat pada pertengahan Desember lalu setelah disampaikan oleh agennya. Namun rencana tersebut tampaknya belum dapat terwujud dalam waktu dekat.

Mengutip laporan SBS News, Megawati masih menjalani proses pemulihan cedera lutut yang dialaminya pada musim terakhir bersama Red Sparks.

“Seiring berakhirnya musim reguler Korea, kami ingin mengungkapkan posisi kami agar tidak merugikan klub karena banyak yang penasaran tentang masa depan Mega,” ujar sang Agen.

Meski demikian, Megawati disebut tetap bertekad kembali berkarier di Korea setelah proses pemulihan cederanya selesai.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa selain Red Sparks, beberapa klub Korea lainnya tertarik merekrut pemain yang saat ini membela Jakarta Pertamina Enduro tersebut. Apabila kembali bermain di Korea Selatan pada masa mendatang, Megawati diperkirakan berpotensi menerima kontrak sekitar US$170.000 atau setara dengan Rp2,8 miliar per musim.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...