World

Iran Tangkap 500 Orang yang Diduga Kirim Informasi ke Israel

Komandan Kepolisian Republik Islam Iran Ahmadreza Radan mengumumkan sekitar 500 orang telah ditangkap karena diduga membagikan informasi kepada Israel.

Menurut Radan, sebagian besar penangkapan berkaitan dengan kasus serius, termasuk individu yang diduga memberikan data target serangan serta merekam dan mengirimkan lokasi serangan.

“Sekitar separuh dari kasus penangkapan melibatkan insiden serius, termasuk orang-orang yang memberikan informasi target dan mereka yang merekam serta mengirim lokasi serangan,” ujar Radan dikutip dari Reuters, Senin (16/3/2026). Namun, ia tidak memerinci kapan penangkapan tersebut dilakukan.

Media Iran sebelumnya juga melaporkan sejumlah penangkapan di berbagai wilayah. Kantor berita semi-resmi Tasnim News Agency menyebut sekitar 20 orang ditahan di wilayah barat laut Iran karena diduga mengirim data lokasi aset militer dan keamanan kepada Israel.

Selain itu, sekitar 10 orang lainnya juga ditahan di wilayah timur laut Iran, meskipun daerah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan minimal akibat serangan udara. Beberapa dari mereka dituduh mengumpulkan informasi mengenai kawasan sensitif dan infrastruktur ekonomi penting.

Badan intelijen regional dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menuduh Israel dan Amerika Serikat mengaktifkan jaringan mata-mata dan tentara bayaran untuk memicu kerusuhan di Iran bersamaan dengan serangan militer.

Sementara itu, Student News Network (SNN) melaporkan tiga orang lainnya ditahan di Provinsi Lorestan, Iran barat, karena diduga mencoba memengaruhi opini publik dan membakar simbol-simbol peringatan.

Di sisi lain, sumber militer Israel yang berbicara kepada Reuters menyatakan sejumlah serangan terhadap pos pemeriksaan keamanan dilakukan berdasarkan informasi dari informan lokal di Iran.

Serangan tersebut disebut menandai fase baru dalam operasi militer Israel terhadap Iran. Sebelumnya, pada 12 Maret 2026, militer Israel dilaporkan melancarkan serangan udara terhadap pos pemeriksaan serta pasukan milisi Basij di Teheran.

Meski akses internet di Iran masih dibatasi, militer Israel menyatakan operasi tersebut juga memanfaatkan foto-foto yang dikirim warga Iran melalui media sosial.

Milisi Basij, yang berada di bawah komando IRGC, selama ini dikenal sebagai organisasi paramiliter yang berperan dalam penindakan terhadap demonstrasi antipemerintah di Iran.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...