World

Dua Tokoh Penting Iran Disebut Tewas dalam Serangan Israel

Israel meyakini telah menewaskan salah satu tokoh senior Iran, Ali Larijani, dalam serangan udara yang berlangsung pada Selasa dini hari. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel.

Secara terpisah, militer Israel juga mengklaim telah menewaskan Gholamreza Soleimani, kepala milisi Basij, dalam serangan yang sama. Basij dikenal sebagai milisi sipil bersenjata yang memiliki peran besar dalam struktur keamanan Iran.

Empat pejabat militer Israel, yang berbicara secara anonim, turut menyatakan keyakinan bahwa Larijani telah tewas. Namun hingga kini, otoritas dan media pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim tersebut.

Ali Larijani diketahui menjabat sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan merupakan orang dekat Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang sebelumnya tewas dalam serangan udara Israel pada awal konflik. Setelah kematian Khamenei, Larijani disebut memainkan peran penting dalam mengendalikan pemerintahan di balik layar serta menjadi salah satu suara utama perlawanan Iran terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel.

Sementara itu, Gholamreza Soleimani memimpin Basij sejak 2019 dan sempat dikenai sanksi oleh AS dan negara-negara Eropa atas perannya dalam penindasan aksi protes. Milisi Basij yang beranggotakan sekitar satu juta orang berada di bawah naungan Korps Garda Revolusi Islam dan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas internal Iran.

Di tengah situasi tersebut, Iran terus melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk Persia. Serangan ini mendorong harga minyak mentah Brent naik hingga mendekati 104 dolar AS per barel, atau meningkat hampir 40 persen sejak perang dimulai.

Sebuah kapal tanker yang berlabuh di dekat Uni Emirat Arab juga dilaporkan terkena proyektil pada Selasa pagi di sekitar Selat Hormuz, menandai serangan pertama terhadap kapal di wilayah tersebut dalam lima hari terakhir. Kapal tersebut mengalami kerusakan ringan setelah dihantam di dekat Pelabuhan Fujairah, menurut United Kingdom Maritime Trade Operations.

Iran sebelumnya menyatakan tidak akan mengizinkan pengiriman minyak yang menguntungkan Amerika Serikat dan sekutunya melewati Selat Hormuz, jalur yang biasanya dilalui sekitar seperlima produksi minyak dunia. Sejak perang pecah pada 28 Februari, sedikitnya 17 kapal telah diserang di kawasan tersebut.

Presiden AS Donald Trump juga mengkritik sekutu-sekutu negaranya yang menolak mengirim kapal perang untuk mengawal kapal dagang di Selat Hormuz. Negara-negara seperti Jerman, Jepang, Italia, Australia, dan Uni Eropamenyatakan tidak akan ikut serta, sementara Prancis, Korea Selatan, dan Inggris belum memberikan sikap tegas.

Di perkembangan lain, hubungan Amerika Serikat dan China masih dalam tahap komunikasi terkait rencana kunjungan Trump ke Beijing, setelah sebelumnya ia mengancam menunda pertemuan jika China tidak membantu mengamankan jalur pelayaran di Teluk.

Sementara itu, militer Israel kembali meminta warga di Lebanon selatan untuk mengungsi ke utara Sungai Zahrani seiring operasi terhadap kelompok Hizbullah yang terus berlangsung. Lebih dari satu juta orang dilaporkan telah mengungsi, menurut otoritas setempat.

Dari sisi korban, perwakilan Iran di Dewan Keamanan PBB melaporkan sedikitnya 1.348 warga sipil tewas sejak perang dimulai. Di Lebanon, korban tewas mencapai 886 orang, sementara di Israel tercatat sedikitnya 12 korban jiwa. Pentagonjuga menyebut 13 personel militer AS telah tewas dalam konflik tersebut.

Di Irak, Kementerian Dalam Negeri melaporkan sebuah drone menghantam Hotel Al Rasheed di kawasan Zona Hijau, Baghdad, yang merupakan area dengan pengamanan ketat dan lokasi kantor pemerintahan serta kedutaan besar AS. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan besar dalam insiden tersebut.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...