Harga minyak dunia tetap berada di level tinggi pada Jumat (20/3) seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap dampak jangka panjang serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk Persia. Kekhawatiran tersebut muncul setelah serangkaian serangan, termasuk serangan drone terhadap kilang minyak di Kuwait, yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi global.
Di tengah situasi itu, perang di Timur Tengah turut membayangi perayaan Idulfitri serta Nowruz, tahun baru Persia. Suasana duka dan kecemasan dilaporkan menyelimuti berbagai wilayah saat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memasuki pekan keempat.
Iran kembali melancarkan serangan balasan, sementara sejumlah negara sekutu AS menyatakan tengah menghadapi serangan drone dan rudal yang masuk ke wilayah mereka.
Perusahaan minyak milik negara Kuwait melaporkan serangan drone memicu kebakaran di kilang Mina al-Ahmadi selama dua hari berturut-turut. Sementara itu, Israel menyatakan telah melancarkan serangan terarah ke Teheran setelah sirene peringatan berbunyi di Yerusalem dan wilayah utara Israel akibat serangan rudal Iran.
Di Washington, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan pencabutan sanksi terhadap minyak Iran guna menstabilkan pasar global.
Presiden Donald Trump juga menyatakan telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Iran. Ia turut mencoba menenangkan publik dengan menyebut konflik akan segera berakhir, meski tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Trump juga menegaskan tidak akan mengirim pasukan darat ke Iran, namun tetap membuka kemungkinan perubahan keputusan.
Di pasar global, indeks saham acuan di Korea Selatan dan China mengalami penguatan, sementara harga minyak Brent kembali bergerak naik setelah sebelumnya sempat menyentuh level 119 dolar AS per barel. Di sisi lain, dampak jangka panjang konflik mulai terlihat. QatarEnergy menyatakan bahwa perbaikan kerusakan besar pada fasilitas gas akibat serangan pekan ini dapat memakan waktu hingga lima tahun.
Pemerintah Qatar menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang disebut sebagai balasan atas serangan sebelumnya terhadap ladang gas utama Iran.
Akbari Danico – Redaksi

