World

Pidato Perdana, Kim Jong Un Kecam AS dan Tegaskan Kekuatan Nuklir

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat dalam pidato perdananya usai kembali terpilih sebagai presiden urusan negara.

Dalam Sidang Pertama Majelis Rakyat Tertinggi ke-15, Kim menuding pemerintahan AS di bawah Donald Trump melakukan tindakan agresi di berbagai wilayah dunia. Pernyataan itu diyakini merujuk pada konflik yang melibatkan Iran serta sejumlah negara lain.

Ia menilai, meskipun AS melakukan berbagai aksi militer, langkah tersebut tidak berhasil melemahkan negara-negara yang menolak dominasi global.

Kim menyebut sikap arogan dan tindakan sepihak Washington justru memperkuat perlawanan serta semangat kemerdekaan di berbagai belahan dunia.

“Meski menggunakan tindakan agresi, mereka gagal melemahkan kehendak pihak-pihak yang menentang dominasi dan ingin mencapai kemandirian,” ujar Kim dalam pidatonya, seperti dikutip media pemerintah KCNA.

Menurutnya, tindakan AS saat ini justru memicu meningkatnya sentimen anti-Amerika dan mempererat persatuan negara-negara yang merasa tertekan.

Ia menegaskan bahwa kekuatan yang memperjuangkan kemerdekaan pada akhirnya akan mampu melewati tekanan dan menjadi lebih kuat dibanding pihak yang mengejar hegemoni.

Pidato ini menjadi yang pertama setelah Kim kembali menjabat, sekaligus menegaskan arah kebijakan pertahanan Korea Utara yang tidak akan melepaskan senjata nuklirnya. Sikap ini sejalan dengan pernyataannya bahwa status nuklir negaranya bersifat permanen dan menjadi kunci keamanan nasional .

Kim juga menyoroti kondisi global yang dinilainya semakin tidak pasti. Karena itu, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan.

Ia menyebut strategi terbaik adalah memprioritaskan kepentingan jangka panjang dan bersiap menghadapi skenario terburuk demi menjaga stabilitas negara.

Selain itu, Kim menuding AS dan sekutunya terus mengerahkan aset militer strategis di sekitar Semenanjung Korea, yang dianggap mengancam keamanan negaranya.

Meski demikian, ia menegaskan Korea Utara tidak gentar dan kini memiliki kemampuan untuk membalas jika diperlukan.

Di sisi lain, Korea Utara diketahui memiliki hubungan dekat dengan Iran, termasuk kerja sama di bidang militer dan teknologi rudal, yang memperkuat posisi strategis kedua negara di tengah konflik global.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...