Pemerintah melaporkan peningkatan signifikan pada arus balik Lebaran 2026, di mana sebanyak 1,9 juta kendaraan tercatat telah kembali ke wilayah Jabotabek hingga 24 Maret lalu. Angka tersebut mencakup sekitar 57,7 persen dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan akan terus mengalir hingga akhir bulan. Distribusi kendaraan masih didominasi dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), disusul dari arah Barat (Merak) dan Selatan (Puncak).
Guna mengurai potensi kemacetan pada puncak arus balik berikutnya, PT Jasa Marga memberlakukan diskon tarif tol sebesar 30 persen yang mulai berlaku pada 26–27 Maret 2026. Potongan harga tersebut diterapkan di sembilan ruas tol strategis, termasuk Tol Jakarta–Cikampek, Jalan Layang MBZ, hingga Tol Cipularang dan Padaleunyi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengatur ulang waktu perjalanan agar tidak menumpuk pada periode puncak.
Selain insentif tarif, masyarakat yang memiliki fleksibilitas waktu juga disarankan untuk mengoptimalkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) hingga 27 Maret mendatang. Langkah tersebut dinilai efektif untuk mendistribusikan beban lalu lintas secara lebih merata sekaligus memberikan kenyamanan ekstra bagi pemudik. Dengan menggeser jadwal kepulangan ke periode diskon, risiko terjebak kepadatan panjang di gerbang tol utama dapat diminimalisir.
Direktur Utama Jasa Marga mengimbau para pengguna jalan untuk tetap waspada dan memantau informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas melalui kanal resmi. Kesadaran masyarakat dalam memilih waktu perjalanan yang lebih awal atau di luar jam sibuk akan sangat membantu kelancaran arus balik tahun ini. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan perencanaan matang dari pemudik menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan serta kenyamanan di sepanjang jalur tol tersebut.
Zahra Rahmanda Oktafiani – Redaksi

