Lonjakan penumpang LRT Sumatera Selatan selama periode libur Lebaran menjadi sinyal kuat bangkitnya aktivitas ekonomi masyarakat. Tercatat sebanyak 213 ribu pengguna memanfaatkan layanan transportasi ini, seiring meningkatnya mobilitas warga untuk berwisata, bersilaturahmi, hingga berbelanja di berbagai pusat keramaian.
Secara khusus, pada periode 22-25 Maret 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) bahkan menambah jumlah perjalanan LRT dari 94 perjalanan jadi 102 perjalanan per hari. Hal ini demi menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat.
Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan, capaian ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Penambahan frekuensi perjalanan selama masa libur Lebaran menjadi salah satu faktor mendukung kelancaran mobilitas selama masa Lebaran.
Aida menyampaikan, peningkatan jumlah perjalanan efektif dalam mengakomodasi lonjakan penumpang, khususnya pada masa arus balik dan libur panjang. Selain itu, meningkatnya jumlah penumpang juga dipengaruhi oleh mulai aktifnya kembali para pekerja sejak 25 Maret 2026, serta masih berlangsungnya libur sekolah yang mendorong mobilitas masyarakat untuk berbagai keperluan, seperti bersilaturahmi, berwisata, ataupun beraktivitas di pusat kota.
Lebih lanjut, Aida juga mengatakan melonjaknya penumpang LRT sangat berpengaruh pada kegiatan ekonomi warga, khususnya di pusat Kota Palembang. Contohnya di dekat Stasiun Ampera yang dekat dengan pusat ekonomi serta aktivitas rakyat, seperti Pasal 16 Ilir, Benteng Kuto Besak, dan Masjid Agung Palembang.
Bertalian dengan itu, LRT Sumsel turut mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dengan mendorong masyarakat memanfaatkan kehadiran UMKM ritel di area stasiun. Selama masa Posko Angkutan Lebaran 2026, LRT Sumsel menyediakan ruang usaha (tenant) bagi pelaku UMKM di sejumlah stasiun strategis, seperti Stasiun Ampera, Asrama Haji, Bumi Sriwijaya, Polrestabes, dan DJKA.
Tenant-tenant tersebut menghadirkan beragam produk lokal, mulai dari kerajinan tangan hingga makanan dan minuman.
“Kami tidak hanya berfokus pada layanan transportasi, tetapi juga berupaya memberikan nilai tambah melalui pemberdayaan UMKM lokal. Harapannya, kehadiran LRT Sumsel dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta menjadi pengalaman yang aman, nyaman, menyenangkan, dan efisien bagi seluruh pengguna,” kata Aida.
Salah satu pemudik, Achyar, turut menikmati layanan LRT Sumsel. Ia pun mampir ke Sentral Kampung Pempek untuk membeli oleh-oleh. Ia sudah langganan ke tempat ini karena menawarkan harga yang ramah di kantong dengan beragam pilihan.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

