Sebuah klinik yang berada di dekat Shajareh Tayyebeh Primary School di wilayah Minab dilaporkan kembali menjadi sasaran serangan, menurut pejabat Iran.
Wakil Gubernur Bidang Politik, Keamanan, dan Sosial Provinsi Hormozgan, Ahmad Nafisi, menyebut serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada fasilitas penyimpanan di Martyr Absalan Clinic.
Kantor berita Fars News Agency, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam, melaporkan bahwa serangan dilakukan menggunakan beberapa drone oleh Amerika Serikat dan Israel.
“Untungnya, serangan ini tidak menimbulkan korban jiwa,” ujar Nafisi, seraya menambahkan bahwa penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui dampak keseluruhan dari serangan tersebut.
Wilayah itu sebelumnya telah dievakuasi setelah serangan mematikan terhadap sekolah dasar tersebut pada 28 Februari, saat AS dan Israel memulai operasi militer terhadap Iran. Pejabat Iran menyebut dua rudal menghantam sekolah dalam waktu berdekatan, menewaskan sedikitnya 168 orang, termasuk sekitar 110 anak-anak.
Sejumlah laporan media Amerika menyebut penyelidik militer AS menduga serangan ke sekolah tersebut kemungkinan terjadi secara tidak sengaja oleh pihak mereka sendiri. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan insiden itu masih dalam proses investigasi.
Nafisi menegaskan bahwa area yang menjadi target bukanlah kawasan militer. Ia menyebut serangan terbaru ini semakin menguatkan dugaan bahwa serangan sebelumnya ke sekolah di Minab dilakukan secara sengaja.
“Dunia kini mengetahui bahwa wilayah yang diserang bukan target militer. Namun, kami kembali menyaksikan serangan di area ini,” ujarnya.
Akbari Danico – Redaksi

