Pemerintah menggelar acara ‘Lebaran Bersama Rakyat’ di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, sebagai upaya menghadirkan kegembiraan Lebaran yang lebih luas bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi yang pertama kali diselenggarakan pasca-Idul Fitri, dengan menggabungkan bazar UMKM, pasar murah, hiburan rakyat, hingga pembagian bantuan bagi warga.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, acara tersebuit merupakan arahan langsung Presiden untuk memastikan suasana Lebaran tetap dirasakan masyarakat, bahkan setelah hari raya berlalu.
“Bapak Presiden ingin membuat nuansa kegembiraan Lebaran ini masih terasa. Sehingga mungkin untuk pertama kalinya, setelah Lebaran, di sini, di Monas, di lapangan besar ini, dibuatlah acara seperti ini,” kata Seskab di lokasi, Sabtu (29/3).
Dalam kegiatan ini, pemerintah menyiapkan 100.000 kupon senilai Rp500.000 per orang, dengan rincian Rp300.000 untuk sembako dan Rp200.000 untuk pembelian produk UMKM. Kupon tersebut dapat langsung ditukarkan oleh masyarakat di area acara.
“Jadi Bapak Presiden ingin berbagi kebahagiaan lah. Ada warga-warga dari daerah membelikan anaknya baju, sepatu, tas, perlengkapan sekolah, alat ibadah, dan sebagainya,” sambung Teddy.
Selain itu, pemerintah juga menghadirkan konsep hiburan rakyat terpadu, dengan melibatkan sekitar 1.000 pedagang kaki lima serta pelaku UMKM dari berbagai pusat ekonomi rakyat seperti Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, Pasar Ular, hingga sentra produksi di daerah seperti Bandung.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi bagi pelaku usaha kecil. Produk-produk yang dijual merupakan stok pasca-Lebaran yang dapat terserap langsung, sekaligus mendorong perputaran produksi dan distribusi baru di tingkat UMKM dan pasar tradisional.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai momentum untuk menggerakkan ekonomi rakyat di masa setelah Lebaran.
“Momentum ini kan juga momentum menggerakkan ekonomi. Karena kita melibatkan kurang lebih ada seribuan usaha mikro, pedagang makanan dan minuman yang di mana di situ kan bergerak tuh,” ujar Maman.
Ia juga menyoroti dampak langsung terhadap pelaku usaha di berbagai daerah yang ikut terlibat. “Ini impact-nya juga harapan Pak Presiden untuk bisa menggerakkan ekonomi juga di momen pasca Lebaran ini,” imbuhnya.
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, disiapkan sekitar 300.000 porsi makanan dan minuman gratis, sehingga masyarakat dapat menikmati suasana Monas dengan konsep datang, makan, berbelanja, sekaligus menikmati hiburan bersama keluarga.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Berdasarkan pantauan di lapangn, lebih dari 100.000 warga telah hadir sejak sore hari dan diperkirakan mencapai sekitar 200.000 pengunjung hingga malam.
Pemerintah membuka kemungkinan kegiatan serupa akan dijadikan agenda rutin maupun direplikasi di berbagai daerah, dengan tetap melakukan evaluasi atas pelaksanaan perdana ini.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

