Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani menyebut minat investasi Jepang di Indonesia tetap tinggi meski dunia dilanda gejolak geopolitik dan ekonomi global. Komitmen tersebut tercemin dalam Penandatanganan kesepakatan senilai USD 23,1 miliar atau sekitar Rp350 triliun dilakukan di Indonesia–Japan Business Forum, Tokyo, Senin (30/3/2026).
Rosan mengatakan sejumlah komitmen investasi baru dari pemerintah dan pelaku usaha Jepang menunjukkan tingkat kepercayaan yang masih besar terhadap Indonesia. Ia menegaskan, dinamika global tidak menyurutkan komitmen investor Jepang untuk tetap menanamkan modalnya.
Data pemerintah menunjukkan, Jepang menempati peringkat kelima sebagai penyumbang penanaman modal asing (PMA) terbesar ke Indonesia pada 2025 dengan nilai mencapai 3,1 miliar dolar AS.
Sejumlah kesepakatan strategis yang tercapai dalam forum tersebut antara lain kerja sama pengembangan gas Blok Masela senilai 20,9 miliar dolar AS antara Pertamina dan INPEX.
Selain itu, terdapat investasi di sektor aviasi senilai 800 juta dolar AS melalui kerja sama Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan Danantara. Di sektor keuangan, pembiayaan sekitar 300 juta dolar AS atau Rp5 triliun disalurkan kepada Pegadaian untuk penguatan ekosistem emas dan inklusi keuangan.
Kerja sama juga mencakup sektor kecantikan dan estetika melalui investasi 500 juta dolar AS oleh 2Way World bersama mitra Indonesia, serta pengembangan energi baru terbarukan, termasuk panas bumi.
Selain itu, minat investasi Jepang juga terlihat kuat di sektor energi baru dan terbarukan, termasuk pengembangan panas bumi.
Khofifah Alawiyah – Redaksi

