Perumda Pasar Jaya menyewa 20 unit truk dari perusahaan jasa pengangkutan sampah B to B yang terdaftar resmi di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dan DPMPTSP untuk mempercepat penanganan timbunan sampah di Pasar Induk Kramat Jati.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan aktivitas pasar tetap berjalan lancar, sekaligus menjaga kenyamanan pedagang, pengunjung, dan warga sekitar.
Manajer Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh menjelaskan, 20 unit truk tersebut terdiri atas 19 unit truk tronton berkapasitas 20 ton per unit dan satu unit truk tipe typher dengan kapasitas angkut 12 ton. Selain itu, Perumda Pasar Jaya akan memperbaiki tembok belakang pasar yang rusak.
Lebih lanjut, Topik juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi di kawasan Pasar Induk Kramat Jati. Seperti diketahui, penumpukan sampah di kawasan tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar di media sosial. Volume sampah sempat mencapai sekitar 6.970 ton, atau setara dengan kurang lebih 410 truk tronton. Kondisi ini dipicu oleh kendala teknis dalam penyediaan armada pengangkutan sejak 9 Maret 2026.
Selain menyewa truk, Perumda Pasar Jaya telah melakukan penertiban dan penyaringan (screening) untuk memastikan alur pembuangan sampah tetap terkendali. Langkah ini penting agar penanganan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mencegah penumpukan berulang.
Untuk memperkuat sistem pengelolaan, Perumda Pasar Jaya menyiapkan rencana aksi berkelanjutan. Dalam jangka pendek, perusahaan tengah memproses pengadaan lima unit truk sampah mandiri berkapasitas 16 meter kubik per unit. Armada ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir April 2026 guna memperkuat kemampuan pengangkutan internal.
Sementara itu, dalam jangka panjang, Perumda Pasar Jaya mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah berkelanjutan. Uji coba teknologi thermal hydrolysis serta sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero) tengah disiapkan sebagai solusi inovatif untuk mengolah sampah langsung dari sumbernya.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

