World

AS Berpacu Selamatkan Pilot, Ultimatum Trump ke Iran Kian Dekat

Militer Amerika Serikat berpacu dengan waktu pada Sabtu untuk menemukan seorang awak pesawat yang melontarkan diri dari jet tempur F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh di wilayah Iran. Di saat yang sama, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa waktu “semakin menipis” terkait ultimatum yang ia berikan untuk meningkatkan serangan AS jika tidak tercapai kesepakatan dalam dua hari.

Gedung Putih sejauh ini relatif bungkam terkait insiden jatuhnya F-15E maupun upaya penyelamatan dua awaknya. Pejabat AS menyebut satu orang telah berhasil diselamatkan, sementara nasib satu lainnya masih belum diketahui hingga Sabtu.

Dalam unggahan di media sosial, Trump tidak menyinggung kondisi awak yang hilang. Ia justru kembali menegaskan bahwa tenggat 48 jam akan menjadi batas akhir sebelum AS melancarkan serangan besar terhadap fasilitas pembangkit listrik Iran, kecuali Teheran menghentikan blokade di Selat Hormuz—jalur vital bagi distribusi minyak dan gas kawasan Teluk.

Ultimatum tersebut sebenarnya telah dua kali ditunda oleh Trump, dengan alasan masih adanya pembicaraan antara AS dan Iran. Namun, pejabat Iran secara terbuka menolak tuntutan tersebut dan tetap menunjukkan sikap menantang, bahkan setelah insiden penembakan jet pada Jumat.

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyindir strategi perang AS melalui media sosial dengan menyebut konflik ini sebagai “perang tanpa strategi” yang kini berubah dari isu pergantian rezim menjadi sekadar upaya mencari pilot yang hilang.

Belum jelas sejauh mana nasib awak tersebut akan memengaruhi keputusan Trump dalam 48 jam ke depan, terutama terkait ancaman eskalasi militer.

Insiden jatuhnya jet tempur ini menjadi yang pertama kalinya personel dan pesawat tempur AS ditembak jatuh di Iran sejak konflik AS-Israel dengan Iran pecah pada akhir Februari. Pejabat Iran juga menyebut bahwa pasukan mereka tengah berupaya menangkap awak AS yang masih hilang.

Seorang pejabat Israel mengatakan bahwa militer Israel berbagi intelijen dengan AS dan bahkan menghentikan sementara serangan di area tempat awak tersebut diduga hilang. Namun, tidak dijelaskan apakah penghentian ini berlaku secara luas.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk membalas, meskipun telah berminggu-minggu menjadi target serangan. Iran terus meluncurkan rudal balistik dan drone ke Israel serta negara-negara Arab di kawasan.

Pada Jumat, helikopter UH-60 Black Hawk yang terlibat dalam misi penyelamatan sempat terkena tembakan dari darat namun berhasil kembali dengan selamat. Di waktu yang sama, pesawat militer AS lainnya juga dilaporkan jatuh di dekat Selat Hormuz, meski pilotnya berhasil diselamatkan.

Sementara itu, di wilayah lain Iran, sedikitnya satu orang tewas setelah sebuah proyektil menghantam area sekitar Bushehr Nuclear Power Plant pada Sabtu. International Atomic Energy Agency menyatakan bahwa Iran telah melaporkan insiden tersebut, namun tidak ditemukan peningkatan tingkat radiasi. Pihak militer Israel belum memberikan komentar terkait kejadian ini.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...