Presiden Donald Trump pada Selasa (7/4), melontarkan ancaman keras dengan menyebut bisa “menghapus satu peradaban utuh”, seiring meningkatnya tekanan Amerika Serikat terhadap Iran agar membuka sepenuhnya Selat Hormuz. Pada saat yang sama, militer AS melancarkan serangan ke target di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran.
Sebagai respons, Iran menghentikan keterlibatan dalam negosiasi tidak langsung dengan pemerintahan Trump yang dimediasi oleh Pakistan dan negara lain, menurut sejumlah pejabat Iran. Meski demikian, komunikasi dengan Pakistan masih berlangsung, membuka kemungkinan diplomasi kembali dilanjutkan.
Militer AS dilaporkan melancarkan lebih dari 90 serangan ke Pulau Kharg pada Selasa dini hari. Seorang pejabat militer menyebut serangan tersebut sebagai “restrike”, yakni menghantam kembali target yang sebelumnya sudah diserang untuk memastikan kerusakan lebih besar. Namun, infrastruktur minyak utama di pulau tersebut disebut belum menjadi target langsung.
Amerika Serikat dan Israel juga meningkatkan intensitas serangan menjelang tenggat pukul 20.00 waktu timur AS yang ditetapkan Trump agar Iran membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ancaman itu disampaikan melalui media sosial bersamaan dengan operasi militer yang lebih luas untuk menekan Iran mencapai kesepakatan.
“Seluruh peradaban bisa mati malam ini,” tulis Trump, sembari menyatakan harapannya agar situasi bisa berbalik dan menghindari kehancuran besar. Ia juga menyebut momen tersebut sebagai salah satu yang paling penting dalam sejarah dunia.
Sebelumnya, Trump juga mengancam akan menghancurkan seluruh jembatan dan melumpuhkan pembangkit listrik Iran jika blokade terhadap Selat Hormuz tidak dihentikan. Serangan terhadap infrastruktur sipil sendiri dinilai berpotensi melanggar hukum internasional.
Pihak Iran melalui juru bicara militernya, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa negaranya akan membalas dengan serangan yang “lebih menghancurkan dan luas” jika fasilitas sipil menjadi sasaran.
Di dalam negeri, warga Iran bersiap menghadapi kemungkinan serangan lanjutan. Sejumlah laporan menunjukkan aksi solidaritas dengan membentuk rantai manusia di sekitar jembatan dan pembangkit listrik, meski belum jelas apakah aksi tersebut spontan atau terorganisir.
Militer Israel juga dilaporkan menyerang delapan jembatan di Iran dan memperingatkan warga untuk menghindari perjalanan kereta. Media Iran menyebut sedikitnya tiga orang tewas akibat serangan di kota Kashan.
Sementara itu, Iran turut menargetkan fasilitas energi di negara-negara Teluk yang bersekutu dengan AS. Arab Saudimelaporkan puing rudal jatuh di dekat fasilitas energi mereka, sedangkan Uni Emirat Arab menyatakan bahwa rudal dan drone telah diluncurkan dari Iran.
Eskalasi ini semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan serta dampaknya terhadap pasokan energi global.
Akbari Danico – Redaksi

