Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik alias electric vehicle (EV), pada Kamis (9/4). Pabrik yang terletak di di Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ini dikelola PT VKTR Sakti Industries.
Pabrik tersebut merupakan bagian dari pengembangan industri kendaraan listrik nasional. PT VKTR Sakti Industries merupakan anak usaha dari PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk yang berfokus pada produksi kendaraan listrik, khususnya bus listrik untuk transportasi massal.
Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 11.25 WIB, didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Setibanya di area pabrik, Prabowo disambut Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Anindya Bakrie. Bersama Anindya, Presiden langsung meninjau sejumlah fasilitas produksi.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 9 April 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik VKTR,” ucap Prabowo ketika memberikan sambutan, sebagaimana disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Dalam peninjauan tersebut, Presiden tampak menyimak penjelasan terkait proses produksi dan pengembangan kendaraan listrik. Ia juga mengamati langsung lini perakitan yang tengah berjalan. Perhatian Presiden sempat tertuju pada satu unit bus listrik berwarna biru yang diproduksi untuk operasional TransJakarta. Prabowo bahkan menaiki bus tersebut untuk melihat kondisi interior serta fasilitas yang akan digunakan masyarakat.
Di dalam bus, Prabowo duduk di salah satu kursi penumpang sambil terus mendengarkan penjelasan mengenai spesifikasi teknis dan fitur kendaraan listrik tersebut. Selain bus, Prabowo berjalan menuju kendaraan listrik lainnya, seperti alat berat ekskavator, truk, dan mobil travel.
Lebih lanjut, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan bahwa peresmian ini merupakan bagian dari upaya transformasi menuju energi baru terbarukan (EBT) dalam rangka mewujudkan kemandirian energi nasional.
“Kita mesti beralih dari energi berbasis fosil menjadi energi-energi baru terbarukan yang salah satunya adalah berbasis listrik,” ujar Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, (8/4).
Adapun saat ini pemerintah tengah mengupayakan kebijakan transformasi budaya kerja nasional guna menghadapi dinamika global dan mendorong pola kerja yang lebih efisien, produktif, dan berbasis digital. Ia menyampaikan, penggunaan kendaraan berbasis listrik dan transportasi massal merupakan bagian dari kebijakan transformasi budaya kerja tersebut.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

