Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Halalbihalal Paguyuban Jawa Tengah (PJT) bertema ‘Bersatu dalam Kebersamaan, Harmonis Sepanjang Masa’ di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4).
Pramono mengatakan, kontribusi masyarakat Jawa Tengah di Jakarta sangat besar dan dirasakan langsung dalam kehidupan kota. Ia menyampaikan, nilai-nilai seperti andhap asor, saling menghargai, dan menghormati yang melekat pada masyarakat Jawa Tengah menjadi kekuatan dalam menjaga keharmonisan Jakarta.
Lebih lanjut, Pramono juga menyampaikan apresiasi atas berbagai kegiatan Paguyuban Jawa Tengah yang selama ini berjalan dengan baik, baik secara mandiri maupun bersama pemerintah daerah. Menurutnya, peran aktif paguyuban tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat kontribusi sosial bagi masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menekankan pentingnya nilai kebersamaan yang diusung dalam tagline paguyuban. Ia juga menambahkan makna baru agar semakin relevan dengan pembangunan kota.
“Guyub rukun, gayeng saklawase, kalau boleh ditambahkan, migunani. Migunani itu bermanfaat. Maka saya berharap keberadaan paguyuban terus memberikan manfaat nyata bagi Jakarta,” katanya.
Pramono menegaskan, masyarakat Jawa Tengah memiliki peran strategis dalam pembangunan serta perkembangan Jakarta ke depan, terutama sebagai kota global. Ia berharap kegiatan halalbihalal seperti ini terus memperkuat kebersamaan dan kolaborasi lintas komunitas atau perkumpulan.
Pramono menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas seperti Paguyuban Jawa Tengah menjadi kunci dalam membangun Jakarta yang harmonis dan inklusif.
Kegiatan ini turut dihadiri Dewan Pengawas PJT, Jenderal TNI (Purn) Wiranto; Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007, Sutiyoso; serta Ketua Umum PJT, Leles Sudarmanto Mangun Nagoro. Acara ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menegaskan peran komunitas daerah dalam pembangunan ibu kota.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

