World

Paus Leo Serukan Perdamaian dan Kecam Prioritas Global yang Keliru

Pemimpin Gereja Katolik, Pope Leo, melontarkan kritik tajam terhadap para pemimpin dunia yang dinilai mengalokasikan anggaran besar untuk perang, dalam pernyataan yang disampaikan di Kamerun.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan global, termasuk kritik yang kembali dilontarkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap dirinya melalui media sosial.

Berbicara di Bamenda, wilayah berbahasa Inggris di Kamerun yang terdampak konflik, Paus Leo juga mengecam pihak-pihak yang memanfaatkan agama dan nama Tuhan untuk kepentingan militer, ekonomi, maupun politik. Ia memperingatkan bahaya penggunaan keyakinan sebagai alat pembenaran kekerasan.

Di hadapan masyarakat yang telah lama hidup dalam bayang-bayang konflik, ia menyampaikan bahwa dirinya datang untuk menyerukan perdamaian. Namun, ia justru menemukan bahwa masyarakat setempat telah lebih dulu menyuarakan pesan damai, tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga bagi dunia.

Paus Leo turut menyoroti besarnya dampak kemanusiaan dari perang, serta ketimpangan dalam prioritas global. Ia menilai bahwa kehancuran dapat terjadi dalam waktu singkat, sementara proses pemulihan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama.

Ia juga mengkritik fakta bahwa miliaran dolar dihabiskan untuk konflik dan kehancuran, sementara sumber daya untuk pemulihan, pendidikan, dan pembangunan kembali justru terbatas.

Dalam pesannya, ia menyerukan perubahan arah yang tegas menuju jalur yang lebih berkelanjutan, dengan menekankan pentingnya solidaritas dan persaudaraan antarmanusia.

Meski menggambarkan situasi global yang penuh tantangan, Paus Leo tetap menyampaikan harapan. Ia menilai bahwa di tengah dunia yang dilanda konflik, masih ada banyak individu yang berperan menjaga persatuan dan saling mendukung satu sama lain.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...