Kepala badan maritim Perserikatan Bangsa-Bangsa, International Maritime Organization (IMO), tengah menelaah lebih lanjut rincian komitmen Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Langkah ini dilakukan di tengah situasi yang masih penuh ketegangan, meskipun pertempuran telah mereda untuk sementara. Kehadiran militer Amerika Serikat dan Iran di kawasan tersebut dinilai tetap menimbulkan risiko terhadap keselamatan kapal serta awaknya.
Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, diketahui menghadiri pertemuan tingkat tinggi antara Inggris dan Prancis di Paris, yang turut membahas upaya menjaga jalur pelayaran strategis tersebut tetap terbuka.
Melalui pernyataan di media sosial, Dominguez menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah memverifikasi pengumuman terbaru terkait pembukaan Selat Hormuz. Verifikasi tersebut mencakup aspek kepatuhan terhadap prinsip kebebasan navigasi bagi kapal dagang serta jaminan keamanan pelayaran sesuai skema pengaturan lalu lintas yang ditetapkan IMO.
Upaya ini mencerminkan kehati-hatian komunitas internasional dalam merespons perkembangan terbaru, mengingat pentingnya Selat Hormuz sebagai salah satu jalur utama distribusi energi global.
Akbari Danico – Redaksi

