World

Kapal Iran Ditembak dan Disita AS, Tegangan di Laut Arab Meningkat

Sebuah kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat di Laut Arab menembaki kapal kargo berbendera Iran setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan untuk berhenti selama lebih dari enam jam. Komando Pusat AS, United States Central Command, menyatakan bahwa tembakan diarahkan ke ruang mesin hingga melumpuhkan kapal tersebut.

Setelah itu, pasukan Marinir yang diterjunkan melalui helikopter mengambil alih kapal dan mengamankan seluruh muatan di dalamnya.

Insiden ini menjadi yang pertama sejak diberlakukannya blokade AS terhadap pelabuhan Iran, di mana sebelumnya puluhan kapal lain memilih berbalik arah setelah menerima peringatan dari Angkatan Laut AS.

Kapal yang terlibat, Touska, dilaporkan tetap melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Bandar Abbas meskipun telah diberikan peringatan berulang kali. Kapal perusak USS Spruance kemudian memerintahkan awak kapal untuk mengosongkan ruang mesin sebelum menembakkan beberapa peluru ke sistem propulsi.

Operasi tersebut melibatkan penggunaan meriam dek Mk 45, yang mampu menembakkan hingga 20 peluru per menit dengan daya ledak signifikan. Serangan ini bertujuan untuk melumpuhkan kapal tanpa menyebabkan kerusakan yang lebih luas.

Tim dari 31st Marine Expeditionary Unit kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kapal dan muatannya, yang kini berada dalam penguasaan Amerika Serikat.

Pihak militer AS menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan secara terukur dan profesional untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan blokade.

Ke depan, otoritas AS akan menentukan langkah terhadap kapal yang telah dilumpuhkan tersebut, termasuk kemungkinan untuk menariknya ke wilayah Oman.

Menurut pejabat militer, Touska merupakan salah satu dari beberapa kapal yang telah dipantau dalam beberapa hari terakhir oleh intelijen AS.

Komandan United States Central Command, Brad Cooper, sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya memantau seluruh pergerakan kapal yang berpotensi terkait dengan Iran.

Sementara itu, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine, menegaskan bahwa militer AS, termasuk di kawasan Indo-Pasifik, akan secara aktif mengejar kapal berbendera Iran maupun kapal lain yang memberikan dukungan material kepada Teheran.

Insiden ini menandai peningkatan signifikan dalam penegakan blokade, sekaligus menambah ketegangan di jalur pelayaran strategis kawasan tersebut.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...