Di tengah hamparan lahan hijau di Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, seorang petani sayur, Wati, merasakan perubahan signifikan dalam usahanya sejak bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wati, yang sehari-hari menanam berbagai komoditas sayuran termasuk bawang merah, mengaku hasil panennya meningkat tajam. Sebelum adanya program MBG, ia hanya mampu menghasilkan sekitar 20 kilogram sayuran per hari. Jumlah tersebut dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Namun, sejak program MBG berjalan, produksi sayurannya mengalami lonjakan. Untuk komoditas cabai, Wati kini mampu memanen hingga 300 kilogram. Sementara itu, hasil panen kubis mencapai 50 hingga 60 kilogram per hari.
“Sesudah ada MBG, Ini efeknya luar biasa,” ujarnya dikutip pada Selasa, (21/4).
Menurut Wati, peningkatan produksi tidak hanya dirasakan oleh dirinya. Ia menyebut, sebagian besar petani sayur di kawasan lereng Gunung Merbabu juga mengalami hal serupa.
“Produksi meningkat, peluang penjualan juga lebih terbuka,” ujar Wati.
Ia menambahkan, kondisi tersebut turut mendorong semangat para petani dalam mengelola lahan pertanian mereka. Permintaan yang meningkat membuat hasil panen lebih mudah terserap pasar.
“Alhamdulillah setelah ada program MBG, hampir semua sayuran menjadi naik dan membikin petani menjadi lebih maju. Ya, semoga MBG terus berjalan lancar dan sukses,” kata Wati penuh syukur.
Wati berharap program MBG dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas bagi petani di berbagai daerah. Menurut dia, keberlanjutan program ini penting untuk menjaga stabilitas permintaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Dalam kesempatan yang sama, Wati juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto atas program yang dinilai membawa perubahan nyata bagi para petani.
“Terima kasih Pak Presiden Prabowo Subianto yang telah membangun program MBG, membuat petani semakin maju, semakin sukses,” katanya.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

