Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa, Francesca Albanese, menyampaikan kritik keras terhadap tindakan militer Israel dalam konflik di Jalur Gaza, Palestina.
Dalam pernyataannya di media sosial, Albanese menyoroti berbagai dugaan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh pasukan Israel, termasuk tindakan yang dinilai melampaui batas dalam operasi militer. Ia secara khusus merujuk pada dokumentasi visual yang menunjukkan perlakuan keras terhadap warga sipil Palestina, termasuk anak-anak, yang menurutnya mencerminkan situasi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan.
Sejak awal konflik, Albanese dikenal vokal dalam mengkritik kebijakan militer Israel. Dalam laporan resminya, ia menyimpulkan adanya indikasi kuat pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional di Jalur Gaza.
Laporan tersebut menyebut bahwa serangan yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur sipil, termasuk fasilitas kesehatan, serta menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar di kalangan warga sipil.
Data yang tersedia menunjukkan puluhan ribu warga Palestina tewas dan ratusan ribu lainnya mengalami luka-luka, dengan sebagian besar korban berasal dari kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.
Selain itu, sebagian besar infrastruktur di Jalur Gaza dilaporkan mengalami kerusakan parah, memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Pasca publikasi laporan tersebut, Albanese juga mengungkapkan bahwa dirinya menerima berbagai bentuk tekanan dan ancaman, yang mencerminkan sensitivitas tinggi terhadap isu yang diangkat dalam laporan tersebut.
Akbari Danico – Redaksi

