Di saat lansia seusianya beristirahat dengan tenang, Nenek Samini (70) dan kakek Patmo Suwito (76) masih harus bergelut dengan tajamnya kerikil dan getah karet. Setiap hari, mereka menyisir sisa-sisa karet untuk dijual seharga Rp5.000 per kilogram. Uang Rp50.000 yang terkumpul setiap hari harus dibagi untuk makan sekeluarga, biaya obat sang ayah yang terserang stroke, hingga sisa uang jajan cucunya.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen tidak hanya memberi Hendi Saputro, cucu nenek Samini, harapan untuk meraih cita-citanya. Tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi kakek dan neneknya untuk memutus rantai kemiskinan yang selama ini membelenggu keluarga mereka.
“Saya senang cucu saya sekolah di Sekolah Rakyat. Supaya anaknya pintar, supaya sukses, supaya tidak seperti nenek, kakeknya dan ayahnya. Supaya kehidupannya ke depan menjadi baik,” harap nenek Samini, dikutip pada Rabu (22/4).
Hidup Hendi tidak pernah mudah. Setelah kehilangan ibunda tercinta akibat pandemi COVID-19, dunianya kembali runtuh saat sang ayah terserang stroke hingga tak lagi mampu bekerja. Demi menyambung hidup, Hendi sempat harus mengubur mimpinya dan memilih bekerja di bengkel demi membantu kakek dan neneknya.
Di tengah kondisi tersebut, Samini dan Patmo Suwito (76), nenek dan kakek Hendi, menjadi sosok yang menggantikan peran orang tua sekaligus tulang punggung keluarga. Dari penghasilan itu lah, Samini harus memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, membiayai ayah Hendi yang sakit stroke, hingga memberi uang jajan untuk Hendi dan adiknya.
Di tengah situasi ekonomi yang berat itu, Hendi pun sempat putus sekolah karena keterbatasan biaya, bahkan bekerja di bengkel untuk membantu kebutuhan keluarga. Kini, setelah bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen, pendidikan dan kehidupan Hendi di asrama lebih terjamin. Ia mendapatkan seragam lengkap secara gratis, fasilitas belajar, serta makan bergizi tiga kali sehari.
“Cucu saya diberi (fasilitas) komplit, saya tidak mengeluarkan sepeser pun,” kata nenek Samini.
Tak hanya Hendi yang menerima manfaat, kakek dan neneknya juga memperoleh dukungan berupa dua ekor kambing dari pemerintah, sebagai upaya membantu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
“Saya bersyukur sekali, cucu saya ditolong pemerintah. Bapak Presiden Prabowo, saya senang sekali, Pak. Semoga cucu saya jadi orang sukses kedepannya, Pak,” imbuh Samini.
Kementerian Sosial, selaku pihak yang diberikan mandat oleh Presiden Prabowo untuk menjalankan program ini, terus berkomitmen agar Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat belajar bagi siswa dari keluarga prasejahtera, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun mimpi, harapan, dan masa depan yang lebih baik.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

