Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa pemerintah akan merevitalisasi sebanyak 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Program ini terdiri dari target awal 11.744 satuan pendidikan serta tambahan 60.000 satuan pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan nasional. Kebijakan tersebut juga mencerminkan komitmen terhadap pemerataan akses pendidikan yang layak.
Abdul Mu’ti menambahkan bahwa capaian revitalisasi pada tahun 2025 bahkan melampaui target dengan realisasi mencapai 16.167 satuan pendidikan. Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan efektivitas program yang dijalankan secara nasional. Di Provinsi Sulawesi Utara, revitalisasi mencakup 248 sekolah dengan dukungan anggaran yang signifikan. Data ini memperlihatkan fokus pemerintah dalam memperkuat fasilitas pendidikan di berbagai daerah.
Selain revitalisasi, Abdul Mu’ti juga menyoroti distribusi perangkat Interactive Flat Panel sebagai bagian dari transformasi pembelajaran digital. Ia menyebutkan bahwa distribusi nasional pada tahun 2025 mencapai ratusan ribu unit dan akan terus ditingkatkan pada tahun 2026. Program ini bertujuan mendukung proses belajar mengajar yang lebih modern dan interaktif. Dengan demikian, kualitas pendidikan diharapkan dapat meningkat seiring pemanfaatan teknologi.
Sebagai penutup, Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya memastikan seluruh sekolah memiliki fasilitas dasar yang layak. Ia mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak ada sekolah dengan kondisi bangunan yang rusak atau fasilitas yang tidak memadai. Peresmian program revitalisasi di Sulawesi Utara turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan daerah. Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Alexander Jason – Redaksi

