National

Investasi Hilirisasi Tembus Rp 147,5 Triliun pada Triwulan I 2026, Tumbuh 8,2 Persen

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan total realisasi investasi hilirisasi pada periode Triwulan I 2026 sebesar Rp 147,5 triliun. Tumbuh 8,2% dibanding triwulan I 2025 yang sebesar Rp 136,3 triliun.

Nilai tersebut berkontribusi sebesar 29,6 persen dari total realisasi investasi nasional yang mencapai Rp 498,8 triliun.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, kontribusi sektor hilirisasi terhadap investasi nasional terus menunjukkan tren positif.

Dari total realisasi investasi hilirisasi Rp 147,5 triliun tersebut, Rp 98,3 triliun di antaranya adalah hilirisasi mineral. Rinciannya yakni nikel Rp 41,5 triliun, tembaga Rp 20,7 triliun, besi baja Rp 17,0 triliun, bauksit Rp 13,7 triliun, timah Rp 2,5 triliun, lainnya Rp 2,9 triliun.

Selanjutnya, hilirisasi pada sektor perkebunan dan kehutanan sebesar Rp 29,8 triliun. Rinciannya kelapa sawit Rp 18,3 triliun, kayu log Rp 7,0 triliun, karet Rp 2,4 triliun, lainnya Rp 2,1 triliun. “Kita menginginkan investasi ke hilirisasi perkebunan dan kehutanan juga meningkat,” ucapnya.

Sementara itu, hilirisasi minyak dan gas bumi (migas) Rp 17,7 triliun, terdiri dari minyak bumi Rp 13,6 triliun serta gas bumi Rp 4,1 triliun. Adapun hilirisasi perikanan dan kelautan sebesar Rp 1,7 triliun. Komoditas pada sektor ini termasuk garam, ikan TCT (tuna, cakalang, tongkol), udang, rumput laut, rajungan, tilapia.

“Kita melihat investasi hilirisasi perikanan dan kelautan bisa meningkat pada semester depan,” ujar Rosan.

Dari sisi wilayah, mayoritas realisasi investasi hilirisasi berada di luar Pulau Jawa, yakni sebesar 75,5 persen atau Rp 111,4 triliun. Provinsi dengan realisasi terbesar antara lain Sulawesi Tenggara sebesar Rp 24,1 triliun, Maluku Utara Rp 18,6 triliun, Jawa Barat Rp 13,0 triliun, Nusa Tenggara Barat Rp 12,9 triliun, serta Kepulauan Riau Rp 9,6 triliun.

Pemerintah menilai tren ini menunjukkan peran strategis hilirisasi dalam mendorong pemerataan investasi sekaligus memperkuat struktur ekonomi nasional.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...