Setelah lebih dari lima tahun terisolasi, warga di tiga desa di Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, akhirnya kembali terhubung melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Tangkisan. Jembatan ini menghubungkan Dukuh Tanjung Sari, Desa Tangkisan; Dukuh Sari Mulyo, Desa Majasto; serta Dukuh Tambak Rejo, Desa Tambak Boyo.
Sebelumnya, warga harus menempuh perjalanan memutar hingga tujuh kilometer dengan waktu sekitar 30 menit, meski jarak sebenarnya hanya beberapa menit. Kondisi tersebut menyebabkan keterbatasan mobilitas yang cukup lama dirasakan masyarakat.
Sekretaris Desa Tangkisan, Haryono, menjelaskan bahwa sebelum adanya jembatan, aktivitas warga sangat terhambat. Akses menuju pasar maupun desa tetangga menjadi tidak efisien dan memakan waktu lama. Ia menyebut masyarakat telah menantikan pembangunan jembatan ini selama bertahun-tahun. Terputusnya akses antarwilayah selama lebih dari lima tahun membuat kebutuhan akan infrastruktur ini semakin mendesak.
Keberadaan jembatan ini memberikan dampak signifikan bagi berbagai sektor, terutama pertanian dan pendidikan. Banyak warga yang memiliki lahan di desa seberang kini dapat menjangkaunya dengan lebih mudah. Selain itu, pelajar yang bersekolah di wilayah sekitar juga tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh. Akses sosial antarwarga pun kembali terjalin dengan lebih lancar setelah sebelumnya terhambat.
Masyarakat menyambut pembangunan ini dengan rasa syukur dan apresiasi, termasuk kepada Prabowo Subianto yang mendukung program tersebut. Ketua RW setempat, Purwadi, menyebut perubahan ini sangat membantu petani dan pelajar dalam aktivitas sehari-hari. Kehadiran jembatan tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempererat hubungan sosial. Infrastruktur ini menjadi simbol pemulihan konektivitas yang lama terputus di wilayah tersebut.
Alexander Jason – Redaksi

