Seorang ibu tunggal di Desa Pelemgede, Kabupaten Pati, Sri Wahyuni, merasakan langsung manfaat program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah. Program ini membantu meringankan beban ekonomi keluarganya, terutama dalam hal biaya pendidikan anak.
Selama ini, Sri bekerja serabutan untuk menghidupi dua anaknya seorang diri. Dengan penghasilan yang tidak menentu, kebutuhan sehari-hari saja kerap sulit terpenuhi, apalagi untuk biaya sekolah. Kini, beban tersebut berkurang setelah anak pertamanya, Muhammad Reihan Ataya, diterima di SRMP 12 Pati.
Sri mengaku bersyukur dan merasa diperhatikan oleh pemerintah. Ia juga melihat perubahan positif pada anaknya sejak bergabung di Sekolah Rakyat, terutama dalam kedisiplinan beribadah dan kebiasaan belajar.
“Alhamdulillah di sana ananda Muhammad Reihan Ataya itu sekarang salatnya lima waktu, enggak usah disuruh. Selesai salat langsung membaca Al-Quran. Pokoknya sangat bermanfaat,” tuturnya.
Selain pendidikan, berbagai kebutuhan Reihan selama di sekolah juga terpenuhi. Fasilitas asrama, seragam, hingga konsumsi harian disediakan secara lengkap oleh program tersebut.
“Dapat asrama, asramanya bagus. Dapat semua lengkap tanpa terkecuali. Dari Sekolah Rakyat dapat seragam, dapat semua kebutuhan anak, ditanggung sama Bapak Prabowo dari Sekolah Rakyat. Makannya itu satu hari tiga kali, dapat snack,” ucap Sri.
Ia berharap program Sekolah Rakyat ini dapat terus dijalankan untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Menurut Sri, keberadaan Sekolah Rakyat sangat membantu keluarga kurang mampu, tidak hanya dari sisi pendidikan tetapi juga ekonomi. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak anak yang memiliki kesempatan meraih masa depan lebih baik. Sembari mengucapkan terima kasih, Sri berharap Sekolah Rakyat membantu anaknya mencapai cita-cita.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

