National

Sekolah Rakyat di Blora Selamatkan Anak dari Pernikahan Dini

Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memberikan dampak nyata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain membuka akses pendidikan gratis, program ini juga membantu mencegah siswa dari risiko putus sekolah, pernikahan dini, hingga tekanan ekonomi keluarga.

Salah satu siswa, Takifanur Salma, mengaku kini dapat melanjutkan pendidikan tanpa membebani orang tuanya yang bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak menentu. Ia merasakan berbagai fasilitas yang memadai, mulai dari seragam, asrama, hingga kebutuhan belajar, sehingga dapat lebih fokus mengejar prestasi dan cita-citanya menjadi dokter.

“Kedua orang tua saya buruh tani. Mereka sulit mencari biaya saya sekolah. Dengan SRMA 18 Blora ini saya berharap bisa bersekolah dengan baik dan mendapatkan prestasi yang gemilang,” ujarnya.

Salma menambahkan, berbagai fasilitas yang diberikan membuatnya bisa fokus belajar dan mengembangkan diri. Ia berharap bisa menggapai cita-citanya menjadi dokter. Ia mengaku sangat betah, selain fasilitas lengkap, Salma beserta siswa lainnya mendapatkan makan tiga kali sehari dan makanan ringan dua kali sehari. Apalagi, teman-temannya juga sangat menyenangkan dan saling membantu.

Selain dukungan akademik, Salma juga merasakan perkembangan dalam hal kepercayaan diri dan kemampuan diri. Lingkungan sekolah yang nyaman dan suportif membuatnya semakin termotivasi untuk belajar. Ia berharap Sekolah Rakyat bisa lebih maju dan dapat membantu lebih banyak anak kurang mampu mewujudkan cita-citanya.

Cerita serupa datang dari Citra Lestari, yang sebelumnya sempat berhenti sekolah karena keterbatasan biaya. Ia bahkan hampir dinikahkan oleh orang tuanya. Namun, kehadiran Sekolah Rakyat memberinya kesempatan kembali mengenyam pendidikan dan mengejar cita-cita sebagai guru.

Sementara itu, Rina Ayu Mesaroh menghadapi kondisi ekonomi keluarga yang lebih berat. Ia kehilangan tempat tinggal akibat utang keluarga dan harus tinggal bersama kerabat. Dengan latar belakang tersebut, Sekolah Rakyat menjadi solusi yang memungkinkannya tetap bersekolah tanpa memikirkan biaya hidup dan pendidikan.

Meski demikian, ia mengaku terbantu dengan fasilitas sekolah yang memungkinkan dirinya fokus belajar tanpa memikirkan biaya. Pasalnya, penghasilan ibunya sebagai buruh tani tak menentu dan ayahnya yang serabutan hanya menghasilkan sekitar Rp500 ribu per bulan.

Ia pun berharap program Sekolah Rakyat terus dikembangkan agar ia bisa menggapai cita-citanya sebagai apoteker. Rina tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Prabowo yang sudah menjalankan program mulia ini.

“Saya mewakili teman-teman saya di SRMA 18 Blora ini mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Prabowo Subianto selaku Presiden RI yang telah membangun Sekolah Rakyat. Terobosan Pak Prabowo membantu kami para anak di keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk bisa bersekolah dan wewujudkan cita-cita kami,” pungkasnya.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...