National

Kubu Raya Gandeng Pendidik sebagai Garda Terdepan Cegah Radikalisme

Satuan Tugas Wilayah Kalimantan Barat dari Densus 88 AT Polri menggelar sosialisasi bersama kepala sekolah dan tenaga pendidik SMP serta MTs se-Kabupaten Kubu Raya sebagai upaya pencegahan penyebaran paham radikal di lingkungan pendidikan. Kegiatan yang berlangsung di Gardenia Resort Kubu Raya ini terselenggara melalui kerja sama dengan Polda Kalimantan Barat dan diikuti sekitar 50 tenaga pendidik.

Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai pola penyebaran radikalisme di era digital yang semakin memanfaatkan media sosial sebagai sarana propaganda. Aparat menekankan bahwa kalangan muda menjadi target utama, sehingga lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam deteksi dini.

Perwakilan Unit Pencegahan, Muhammad Mursid, menjelaskan bahwa konten radikal tidak selalu muncul secara ekstrem, tetapi sering disamarkan dalam bentuk ujaran kebencian, hoaks, hingga narasi provokatif yang memecah belah. Indikator awal seperti pola “kita versus mereka”, glorifikasi kekerasan, serta delegitimasi negara menjadi tanda yang perlu diwaspadai.

Oleh karena itu, literasi media dinilai sebagai kunci penting agar pelajar mampu memilah informasi secara kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh konten berbahaya. Pendekatan ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan ideologis generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.

Selain itu, kegiatan ini menekankan pentingnya pendekatan lunak melalui edukasi dan pembinaan karakter oleh tenaga pendidik. Guru dipandang sebagai garda terdepan dalam membimbing siswa, termasuk dalam mengidentifikasi faktor risiko seperti bullying yang dapat menjadi pintu masuk penyebaran ideologi kekerasan. Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan tingginya kesadaran para pendidik terhadap ancaman tersebut, sekaligus membuka ruang berbagi pengalaman terkait dinamika di sekolah masing-masing.

Sebagai hasil dari kegiatan ini, disepakati perlunya penguatan kolaborasi antara aparat, pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam mengawasi ruang digital serta meningkatkan literasi media. Tindak lanjut berupa pemantauan dan pelaporan terhadap siswa yang berpotensi terpapar konten negatif juga akan diperkuat, termasuk rencana sosialisasi lanjutan di sekolah-sekolah. Langkah ini menegaskan komitmen Polri dalam mengedepankan pencegahan sebagai strategi utama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya melalui sektor pendidikan.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...