Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Pekerjaan Umum merencanakan pembangunan instalasi pengolahan air (WTP) dan reservoir berkapasitas besar di Duri Kosambi sebagai upaya memperkuat pasokan air bersih bagi masyarakat.
Plt Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan bahwa saat ini telah dioperasikan WTP portable sebagai solusi jangka pendek dengan kapasitas dua hingga empat liter per detik. Fasilitas sementara ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan mendesak warga sambil menunggu pembangunan infrastruktur permanen yang lebih besar.
Rano menjelaskan bahwa WTP portable bersifat sementara dan nantinya akan dipindahkan setelah reservoir utama selesai dibangun. Proyek reservoir ini menjadi bagian penting dalam sistem distribusi air bersih karena berfungsi sebagai penampungan skala besar sebelum disalurkan ke masyarakat. Dengan adanya infrastruktur permanen tersebut, kapasitas layanan air bersih di wilayah Jakarta Barat diharapkan meningkat secara signifikan dan lebih stabil dalam jangka panjang.
Sementara itu, Direktur Umum PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengungkapkan bahwa reservoir yang direncanakan memiliki kapasitas hingga 24 juta liter. Namun, pada tahap awal akan dibangun satu unit dengan kapasitas delapan juta liter yang ditargetkan rampung pada Mei. Pembangunan ini menjadi fondasi awal sebelum pengembangan kapasitas yang lebih besar dilakukan secara bertahap.
Selain itu, pembangunan WTP berkapasitas besar sebesar 200 liter per detik dijadwalkan memasuki tahap peletakan batu pertama pada Agustus mendatang. Proyek ini diharapkan berjalan tanpa hambatan agar dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Secara keseluruhan, langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses air bersih melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan terintegrasi.
Alexander Jason – Redaksi

