Dalam wawancara dengan CNN pada (30/04), penasihat kebijakan luar negeri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Ophir Falk, menyalahkan Hezbollah atas kembali memanasnya konflik di Lebanon selatan.
Berbicara kepada jurnalis Jim Sciutto, Falk menyatakan bahwa Hezbollah telah berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata, sehingga memicu respons militer dari Israel.
“Hezbollah melanggar gencatan senjata. Itu bukan hal yang mengejutkan, dan kami membalas dengan sangat keras,” ujar Falk.
Ia juga menuduh kelompok yang didukung Iran tersebut menargetkan warga sipil Israel, sementara Israel, menurutnya, hanya menyerang militan Hezbollah.
Falk menambahkan bahwa Hezbollah telah “menyandera” Lebanon selama lebih dari satu dekade terakhir, serta terus melakukan serangan yang menyasar warga sipil. Ia menegaskan bahwa inilah perbedaan utama antara kedua pihak dalam konflik tersebut.
Akbari Danico – Redaksi

