World

Dua Pekan Usai Kesepakatan, Israel dan Hezbollah Masih Saling Serang

Lebih dari dua pekan telah berlalu sejak Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa para pemimpin Israel dan Lebanon telah mencapai kesepakatan gencatan senjata, sebuah langkah yang sempat dipandang sebagai peluang awal untuk meredakan ketegangan di kawasan yang telah lama dilanda konflik.

Pemerintah Amerika Serikat melalui Gedung Putih juga terus mendorong terwujudnya pertemuan bersejarah antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun. Pertemuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi simbol diplomasi, tetapi juga membuka jalan bagi kesepakatan damai yang lebih permanen dan terstruktur di masa depan.

Namun, perkembangan di lapangan menunjukkan situasi yang jauh dari kondusif. Ketegangan antara Israel dan kelompok Hezbollah masih terus berlangsung, dengan kedua pihak dilaporkan tetap melakukan aksi saling serang yang menghambat proses deeskalasi.

Laporan dari jurnalis Oren Liebermann di Yerusalem menegaskan bahwa kondisi keamanan yang belum stabil menjadi tantangan utama bagi upaya diplomasi tersebut. Ia menyebut bahwa dalam situasi seperti ini, peluang untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi dalam waktu dekat sangat kecil, mengingat risiko politik dan keamanan yang masih tinggi di kedua sisi perbatasan.

Dengan dinamika yang terus berkembang, prospek perdamaian jangka panjang antara Israel dan Lebanon pun masih dipenuhi ketidakpastian, meski tekanan internasional untuk menghentikan konflik terus meningkat.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...