Pemerintah United Arab Emirates (UEA)menyatakan bahwa sebuah kapal tanker yang berafiliasi dengan perusahaan minyak negara Abu Dhabi National Oil Company (Adnoc) terkena serangan di Selat Hormuz pada (4/5).
Dalam pernyataan resminya, kementerian luar negeri UEA memastikan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
UEA menilai serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang menegaskan pentingnya kebebasan navigasi serta melarang penargetan kapal komersial dan gangguan terhadap jalur pelayaran internasional.
Lebih lanjut, UEA menyebut aksi terhadap kapal dagang dan penggunaan Selat Hormuz sebagai alat tekanan ekonomi merupakan bentuk pembajakan yang dilakukan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps.
Menurut mereka, tindakan tersebut juga menjadi ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan, keselamatan masyarakat, serta keamanan energi global.
UEA pun mendesak Iran untuk segera menghentikan serangan dan memastikan komitmen penuh terhadap penghentian permusuhan, serta membuka kembali Selat Hormuz secara sepenuhnya tanpa syarat.
Akbari Danico – Redaksi

