Ketua parlemen Iran Mohammad Ghalibaf menuding Amerika Serikat telah mengganggu keamanan pelayaran dan distribusi energi di Selat Hormuz.
Dalam pernyataannya di media sosial X pada (5/5), yang ditulis dalam bahasa Persia, Ghalibaf menyebut situasi baru di Selat Hormuz kini mulai terbentuk, menyusul dimulainya inisiatif “Project Freedom” oleh Presiden Donald Trump.
Ia menilai tindakan Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk dugaan pelanggaran gencatan senjata dan penerapan blokade, telah memperburuk stabilitas di jalur pelayaran strategis tersebut.
Meski demikian, Ghalibaf menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut tidak akan berhasil, serta menyiratkan bahwa Iran siap menghadapi dinamika konflik yang berlanjut.
Ia juga menyatakan bahwa kondisi saat ini dianggap tidak dapat dipertahankan bagi Amerika Serikat, sementara Iran justru melihat situasi ini sebagai awal dari fase baru.
Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan retorika antara kedua negara di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Akbari Danico – Redaksi

