World

Ketegangan Hormuz Memanas, Kapal Pelayaran Prancis Jadi Sasaran Serangan

Perusahaan pelayaran Prancis, CMA CGM, mengungkapkan bahwa salah satu kapalnya menjadi sasaran serangan saat melintasi Strait of Hormuz yang hingga kini masih diblokade Iran di tengah konflik dengan Amerika Serikat.

Dalam keterangannya, perusahaan menyebut kapal CMA CGM San Antonio diserang ketika melintas di jalur pelayaran strategis tersebut. Insiden itu menyebabkan sejumlah awak kapal mengalami luka-luka serta menimbulkan kerusakan pada kapal.

Perusahaan menambahkan bahwa para korban yang terluka telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Prancis, Maud Bregeon, mengatakan Presiden Emmanuel Macron menilai Prancis “sama sekali bukan target” dalam insiden tersebut.

Bregeon menjelaskan kapal berbendera Malta itu tidak beroperasi di bawah bendera Prancis dan diawaki oleh kru asal Filipina. Meski demikian, pemerintah Prancis tetap menyampaikan solidaritas kepada seluruh awak kapal yang terdampak.

Serangan terhadap kapal tersebut terjadi sehari setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan operasi bertajuk “Project Freedom”, yang ditujukan untuk membantu kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz.

Namun, hanya sehari setelah diumumkan, Trump menyatakan penghentian operasi pengawalan militer AS di selat tersebut. Ia menyebut langkah itu diambil demi membuka peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari.

Di sisi lain, Iran tetap menolak melepaskan kendali atas Selat Hormuz dan menjadikan jalur strategis itu sebagai alat tawar dalam konflik melawan AS dan Israel.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...