Health National

WHO Pastikan Hantavirus di MV Hondius Tak Sebahaya Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan wabah hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius tidak mengarah pada pandemi baru seperti Covid-19. Meski telah menyebabkan korban jiwa, WHO menilai risiko penyebaran kepada masyarakat luas masih rendah.

Epidemiolog penyakit menular WHO, Maria van Kerkhove, menjelaskan bahwa hantavirus memiliki pola penyebaran yang jauh berbeda dibanding Covid-19 maupun influenza. Virus tersebut umumnya menular melalui kontak dekat dan intens.

“Ini bukan Covid, ini bukan influenza. Cara penularannya sangat berbeda,” ujar Van Kerkhove dalam konferensi pers, Kamis (7/5/2026), dikutip dari BBC.

Wabah hantavirus bermula di atas kapal pesiar mewah MV Hondius milik operator Oceanwide Expeditions.  Kapal tersebut memulai perjalanannya pada 1 April dari Ushuaia, Argentina, dan dijadwalkan tiba di Kepulauan Canary, Spanyol, pada 10 Mei mendatang.

Hingga saat ini, WHO mengonfirmasi lima dari delapan kasus yang dicurigai sebagai hantavirus.

Dari kasus tersebut, ada tiga kematian yang dilaporkan, termasuk seorang wanita asal Belanda berusia 69 tahun yang terbukti positif terinfeksi virus tersebut.

Dua korban meninggal lainnya merupakan suami perempuan tersebut dan seorang warga Jerman. Namun, otoritas kesehatan masih menyelidiki penyebab pasti kematian keduanya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan bahwa dua orang pertama yang dikonfirmasi positif memiliki riwayat perjalanan melalui Argentina, Chile, dan Uruguay dalam sebuah tur pengamatan burung.

“Mereka mengunjungi lokasi-lokasi yang menjadi habitat spesies tikus yang dikenal membawa virus tersebut,” kata Tedros.

Meskipun hantavirus biasanya menyebar dari hewan pengerat ke manusia, WHO mencatat bahwa dalam wabah terbaru ini, transmisi antarmanusia telah terdokumentasi untuk pertama kalinya.

Otoritas kesehatan dunia kini tengah berpacu dengan waktu untuk melacak puluhan penumpang yang telah turun dari kapal.  Pada 24 April lalu, sejumlah penumpang disembarkasi di Pulau St Helena, wilayah seberang laut Inggris.

Di Inggris, dua dari tujuh warga negaranya yang baru kembali telah menjalani isolasi mandiri, sementara pelacakan terhadap satu individu lainnya masih berlangsung.

Di Spanyol, pihak berwenang tengah berdiskusi dengan Inggris untuk mengirimkan penerbangan repatriasi bagi warga negara Inggris saat kapal tiba di Tenerife.

Amerika Serikat (AS) juga memantau tiga penumpangnya yang telah kembali ke negara bagian Georgia dan Arizona.

Sementara itu, Badan Penyakit Menular Singapura sedang mengisolasi dan menguji dua pria yang berada dalam satu penerbangan dengan korban meninggal asal Belanda saat menempuh perjalanan dari Johannesburg, Afrika Selatan.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...